Perintah scp adalah adalah utilitas di sistem operasi berbasis Unix yang digunakan untuk menyalin file dan direktori antara komputer secara aman melalui protokol SSH (Secure Shell). Perintah scp menggabungkan fungsi salin file dengan keamanan dari SSH, sehingga data yang ditransfer dienkripsi selama pengiriman. Menyalin file dari lokal ke remote: Menyalin file dari remote ke lokal Menyalin direktori secara rekursif dari lokal ke remote Menyalin direktori secara rekursif dari remote ke lokal Opsi Tambahan pada Perintah scp -P port: Menentukan port yang akan digunakan (defaultnya adalah port 22 untuk SSH) -i

Continue readingSecure Copy Antara Server

Buat file docker-compose.yml Jalankan dengan perintah x diganti dengan no runner Untuk Subnet sediakan ip private yang tidak digunakan oleh docker lain / mengganggu jaringan lokal Private IP Range Class A: 10.0.0.0 sampai 10.255.255.255 (subnet mask 255.0.0.0 = 8 bits) Class B: 172.16.0.0 sampai 172.31.255.255 (subnet mask 255.255.0.0 = 16 bits) Class C: 192.168.0.0 sampai 192.168.255.255 (subnet mask 255.255.255.0 = 24 bits) Sebaiknya jangan gunakan Class B Private APIPA untuk network docker. Class B Private APIPA Range: 169.254.0.0 sampai 169.254.255.255 APIPA adalah singkatan Automatic Private IP Addressing, adalah fitur pada

Continue readingDocker Gitlab Runner

BGP Tools (https://bgp.tools/) adalah sebuah situs web yang menyediakan berbagai alat dan layanan terkait BGP (Border Gateway Protocol), yang merupakan protokol yang digunakan di internet untuk bertukar informasi tentang rute IP antara penyedia layanan internet (ISP) dan jaringan. Situs ini dapat digunakan untuk menganalisis dan memantau informasi BGP, seperti rute yang diumumkan oleh ISP, status jaringan, dan informasi terkait keamanan. BGP.Tools dapat membantu administrator jaringan dan profesional TI untuk memahami dan memantau lalu lintas jaringan serta memecahkan masalah yang berkaitan dengan BGP. Anda dapat menggunakan BGP.Tools untuk menganalisis jaringan Anda

Continue readingBGP Tools

Warehouse Management System (WMS) adalah sistem manajemen yang dirancang untuk membantu perusahaan dalam mengoptimalkan dan mengelola operasi pergudangan mereka. Sistem ini mencakup fitur-fitur yang membantu dalam mengelola proses penerimaan, penyimpanan, pengambilan, dan pengiriman barang. Di artikel ini, kita akan membahas beberapa fitur utama dari Warehouse Management System dan manfaat yang ditawarkannya. Penerimaan Barang Fitur ini membantu dalam menerima barang dari berbagai pemasok dan memverifikasi barang dengan cepat dan akurat. Dengan WMS, sistem dapat melakukan pembacaan barcode atau RFID dan secara otomatis mengidentifikasi barang, mencocokkan dengan pesanan pembelian dan mengupdate statusnya.

Continue readingFitur Warehouse Management System

Warehouse Management System (WMS) adalah sistem manajemen gudang yang dapat membantu mengelola dan mengoptimalkan proses di gudang. Sementara itu, Inventory Management System (IMS) adalah sistem manajemen persediaan yang lebih terfokus pada pengelolaan tingkat persediaan dan pergerakan barang. Meskipun keduanya dapat digunakan untuk mengelola persediaan di gudang, ada beberapa keunggulan yang dimiliki WMS dibanding IMS. Pertama-tama, WMS menyediakan visibilitas end-to-end terhadap operasi gudang, termasuk proses inbound dan outbound, serta tingkat persediaan dan pergerakan dalam gudang. Di sisi lain, IMS lebih berfokus pada pengelolaan tingkat persediaan dan pergerakan barang, namun tidak memberikan

Continue readingPerbedaan WMS dan IMS