Monthly Archives

2 Articles

Manfaat Tool Business Process Management (BPM)

Tujuan dari proses bisnis adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan demi meningkatnya daya saing terhadap kompetitior dan pengembangan bisnis sebuah perusahaan.

Seiring berkembangnya persaingan dalam dunia bisnis, setiap perusahaan harus cepat dalam merespon. Baik terhadap kompetitor maupun pelanggan. Hal ini tentunya akan berimbas kepada proses bisnis  yang akan semakin kompleks dan memakan banyak sumber daya (resource). Padahal untuk membuat desain proses bisnis akan memakan waktu lama. Hal ini tidak efisien. Sementara persaingan dengan kompetitor dan pelanggan tidak bisa menunggu.


Siklus proses bisnis tanpa BPM adalah

1. Perancangan oleh Business Analyst

2. Komputerisasi oleh Developer

3. Eksekusi oleh User

4. Monitor oleh Business Analyst

Permasalahan yang sering dihadapi dalam membuat proses bisnis tanpa Business Process Management (BPM):
1. Banyak duplikasi Data: Banyak input data yang berulang

2. Inefficient: Banyak pekerjaan yang berulang, dan orang yang mengerjakan hal yang sama

3. Tidak mudah dikontrol: Aliran tugas sulit dikontrol oleh manajemen

4. Tidak bisa melihat proses yang terjadi: Proses yang terjadi di tiap departemen sulit terlihat.

5. Unstructured Task, kinerja hanya lewat mulut kemulut tanpa ada data: Pekerjaan tidak terdata

6. Visibillity terbatas: Sulit menentukan SLA sebuah pekerjaan, Misal dalam sebuah bank ketika menangani komplain kartu ATM rusak.

7. Kesulitan administratif

Business Process Management (BPM) meminimalisir bahkan menghilangkan masalah tersebut. BPM merupakan software yang dikeluarkan oleh berbagai perusahaan salah satunya IBM. BPM tidak sama dengan tool bisnis proses yang ada seperti Microsoft Visio.


Siklus proses bisnis dengan BPM

1. Process Modeler oleh Business Analyst

2. Process IDE oleh Developer

3. Process Portal oleh End-User

4. Process Monitor oleh Business Analyst

BPM mengakomodasi semua pekerjaan dalam proses bisnis. Berbeda dengan tool proses bisnis yang hanya bisa dipakai pada saat perancangan/pemodelan.

Pada IBM Websphere BPM, Websphere adalah lisensi dari IBM yang bertujuan untuk mendukung SOA (Service Oriented Architecture).

IBM BPM tergolong mudah digunakan, dahulu IBM BPM merupakan kelanjutan dari Lombardi. namun sekarang IBM menggabungkannya dengan Websphere Process Server. Sehingga produk ini lebih powerfull.
Untuk membuat bisnis proses yang kompleks sekalipun kita hanya perlu menambah klik-klik drag dan sedikit coding. dan kita bisa mendapatkan output webservice.

Berikut keuntungan dari BPM IBM :

1.Dapat merubah dari diagram langsung dijadikan implementasi

2. Dapat melihat kinerja proses

3. User Interface yang mudah digunakan, bahkan oleh bisnis user

4. Dapat menghitung waktu proses, tiap bagian atau proses dari awal-akhir

5. Dapat menghitung human workflow

6. Proses bisa reusable, bisa digunakan di proses lain

7. Masalah bottleneck dalat dihandel dengan fitur monitoring

8. Pada BPM Advance mendukung SOA koneksi antar aplikasi yang berbeda.

9. Output form dapat di-customize.

10. Dapat mengimpor diagram Microsoft Visio melalui website blueworkslive.com

11. Dukungan forum Lombardi

BPM memudahkan membuat proses bisnis, tinggal bagaimana organisasi dapat menentukan arah bisnisnya supaya lebih baik.

Sumber:

Bisnis Proses Manajemen (BPM) dan Manfaat Bagi Perusahaan

Business Process Management

Business Process Management disingkat BPM, adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring dengan upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi. BPM berupaya untuk melakukan continuous improvement (perbaikan proses secara terus menerus) atau bisa juga disebut sebagai suatu proses ‘optimalisasi proses’.

Bagaimana penerapan Information Technology (IT) secara maksimal dalam perusahaan dengan dukungan IT sehingga menjadikan perusahaan unggulan yang bisa bersaing di era globalisasi?. Jawabannya bisa jadi dengan menerapkan sistem BPR (Business Process Re-engineering), ERP (Entreprise Resource Planning), RAD (Rapid Application Development) atau konsep pengembangan sistem informasi terdahulu seperti Prototyping dan SDLC (System Development Life Cycle). Sistem tersebut sudah jauh tertinggal dengan konsep BPM (Business Process Management) yang menjadikan bisnis dan manajemen sebagai core dari keunggulan IT.

Dengan adanya BPM, perusahaan seakan dilengkapi dengan sistem informasi yang memiliki nilai investasi yang signifikan, secara progresif perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang nyata dari BPM. Tetapi, disisi lain akan ada kebutuhan standar yang baru, mencakup tool untuk akselerasi waktu dan juga market untuk suatu ide bisnis yang jelas-jelas baru. Untuk itulah BPM hadir dalam menyediakan suatu framework dalam membuat model, implementasi, menyebarkan/menerapkan, eksekusi, mengukur dan meningkatkan proses bisnis.

Pertanyaannya adalah apakah BPM itu? BPM sebenarnya berawal dari Total Quality Management (TQM) dan Business Process Re-enginering (BPR). BPM adalah IT yang dimotori oleh disiplin manajemen yang mempromosikan agility (kelincahan) organisasi dengan sepak terjangnya dan mendukung upaya masyarakat untuk mendorong perubahan proses dan inovasi yang cepat. BPM merupakan pendekatan manajemen yang berfokus pada segala aspek organisasi yang melibatkan apa yang customer inginkan dan customer butuhkan. BPM menggabungkan pendekatan proses-sentris dan lintas fungsional untuk meningkatkan cara organisasi mencapai tujuan mereka.
Sehingga dapat diringkaskan bahwa BPM adalah satu kesatuan yang mencakup : Manajemen disiplin, Metodologi untuk mengelola proses bisnis, dan Teknologi atau set (kumpulan) teknologi.