Monthly Archives

3 Articles

xts (eXtensible Time Series)

by Yohan Naftali 0 Comments

Paket xts merupakan paket yang menyediakan penanganan beragam kepada data berdasarkan waktu (time series) yang beraneka ragam dengan meng-extend class zoo.
Xts memaksimalkan dengan menyimpan informasi format awal an memperbolehkan pada level pengguna untuk melakukan kostumisasi dan ekstensi, xts menyederhanakan interoperabilitas antar class.

Alamat CRAN paket xts: CRAN

Cara install pada R:

install.packages("xts")

Perintah untuk menggunakan paketlibrary(xts)

Atau diload otomatis dengan menambahkan pada .First

.First <- function(){library(xts)}

Contoh penggunaan xts:

n <- 10
series <- rnorm(n)

# POSIXct (date/time) index
datetimes <- seq(as.POSIXct("2017-03-27"), length.out = n, by = "days")
library(xts)
x <- xts(series, datetimes)


Contoh data dari paket quantmod menghasilkan object xts.

library(quantmod)
getSymbols("ASII.JK", from = "2000-01-01", to = "2017-07-17", src =  "yahoo", adjust =  TRUE)

Hasilnya berupa object ASII.JK dengan class xts.

Contoh penggunaan xts object menggunakan candleChart quantmod

candleChart(ASII.JK,subset='2017-06::2017-08')

Result:

Applied Statistical Time Series Analysis with astsa

Paket astsa merupakan paket R untuk analisis statistik terapan time series (deret waktu).
Paket ini berguna untuk melakukan analisis deret waktu bersama paket xts.

Alamat CRAN package astsa : astsa

Cara install pada R:

install.packages("astsa")

Perintah untuk menggunakan paket

library(astsa)

Atau diload otomatis dengan menambahkan pada .First

.First <- function(){library(astsa)}

Paket ini untuk update terakhir juga dapat dilihat pada Github

Apabila menggunakan github, dapat menggunakan perintah berikut ini:

install.packages("devtools")     # only need to do this once
devtools::install_github("nickpoison/astsa")

Perhitungan Pendapatan Nasional Menggunakan Expenditure Method

Perhitungan National Income (PDB) menganut metode expenditure method, yang menjumlahkan(Y) konsumsi (C), pengeluaran pemerintah (G), PMTB (I) dan net eksport(X) – import (M) basic konsepnya dikemukanan oleh william petty, dikembangkan davenant dan konsep modern nya di kembangkan oleh Kuznet sebagai pengukuran kesejahteraan, akan tetapi Kuznet sudah mengingatkan bahwa pengukuran ini hanya untuk simplifikasi kalau disalahgunakan hanya akan menjadi “ilusi” saja.

Metoda Expenditure (pengeluaran) itu analoginya dipakai oleh sales kartu kredit, perusahaan kartu kredit mungkin tidak bisa tahu berapa penghasilan yang kita peroleh, akan tetapi dari mengintip pengeluaran yang kita keluarkan (expenditure) dari kartu kredit mereka bisa mengukur tingkat kemakmuran anda bahkan menghitung kenaikan penghasilan/income anda (Y), sehingga bila belanja/pengeluaran/expenditure (C) semakin besar, maka ada indikasi penghasilan (income) juga meningkat. Kelemahannya bisa saja kita hutangnya semakin besar untuk membeli barang konsumsi (kalau untuk investasi tidak masalah selama perhitungannya ada ROI nya = I), menyebabkan pengeluaran kita makin besar, padahal income tidak bertambah, inilah yang oleh Kuznet di-warning untuk berhati-hati menggunakan indikator PDB sebagai pendekatan perhitungan pendapatan nasional.