Category Archives

6 Articles

Internet of Things (IoT)

Internet of Things, atau dikenal juga dengan singkatan IoT, merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Adapun kemampuan seperti berbagi data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi, peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.

Pada dasarnya, Internet of Things mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet. Istilah Internet of Things awalnya disarankan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di MIT.Dan kini IoT sudah umum menjadi project penelitian bagi mahasiswa di perguruan tinggi.

Pertumbuhan pasar Internet of Things (IoT) sangat pesat. Menurut perusahaan riset pasar IDC – Pasar global untuk “Internet of Things” akan hampir tiga kali lipat menjadi $ 1,7 triliun tahun 2020. Pasar IOT, senilai $ 655.8 Milyar pada tahun 2014 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 16,9 persen.

Ada 4 skenario utama IOT.
1. Mesin untuk dashboard (Analytics),
2. mesin untuk mesin,
3. mesin untuk data dan
4. mesin untuk proses bisnis.

Backbone (tulang punggung) teknologi dari semua skenario ini pada dasarnya 3 hal:

1.Sensor yang akan menangkap data yang dibutuhkan dan meneruskannya
2. Konektivitas yang akan menangkap data ditransmisikan dan menyampaikan (relay) kepada semua mekanisme lain – dashboard, mesin dan proses
3. Processor – Yang akan menerima data,  memproses responnya, menganalisis atau menyimpan

Aktivasi mod_ssl pada Apache di Ubuntu

Modul mod_ssl merupakan salah satu fitur penting yang ada di Apache2 web server. Modul mod_ssl memungkinkan web server memiliki jalur komunikasi yang ter-enkripsi. Browser berhubungan dengan web server menggunakan ssl dengan menggunakan prefiks https:// pada awal URL.

Cara mengaktivasi mod_ssl dengan cara masuk terminal (CTRL + ALT + T) lalu ketik command di bawah ini:

sudo a2enmod ssl

massukkan password. lalu lakukan restart apache dengan cara

sudo service apache2 restart

Konfigurasi standar untuk HTTPS terdapat pada /etc/apache2/sites-available/default-ssl. Penggunaan HTTPS diperlukan sebuah certificate dan key, konfigurasi standar HTTPS menggunakan certificate dan key yang di-generate oleh ssl-cert package, akan tetapi certificate dan key ini sebaiknya digunakan hanya untuk keperluan testing saja.

Untuk mengkonfigurasi apache2 ketikkan command di bawah ini melalui terminal:

sudo a2ensite default-ssl

Terakhir lakukan kembali restart apache

sudo /etc/init.d/apache2 restart

Selanjutnya web server dapat diakses dengan menggunakan prefiks https://

 

Mengubah Action Click Button Secara Dinamis dengan Fungsi unbind

Pada artikel ini dijelaskan cara mengubah action click button secara dinamis.

Contoh apabila ada 3 button, button_pertama, button_kedua dan button_ketiga. Action pada button_ketiga ditentukan oleh action button_pertama atau action button_kedua. Apabila button_pertama di click, maka button_ketiga akan memanggil fungsi_pertama apabila di-click. Apabila button_kedua di-click, maka button_ketiga akan memanggil fungsi_kedua.

Setiap button_pertama atau button_kedua di-click akan dipanggil dahulu fungsi unbind click action untuk button_kedua Fungsi unbind pada javascript digunakan untuk melepaskan action fungsi sebelumnya. Setelah fungsi unbind dipanggil, button_ketiga dapat di-bind pada fungsi baru.

Berikut baris kode javascript menggunan JQuery, kode ini diletakkan di dalam $(document).ready(function(){}):

$(‘#button_pertama’).click(function() {

$(‘#button_ketiga’).unbind(‘click’);

$(‘#button_ketiga’).click(fungsi_pertama);

});

function fungsi_pertama()

{

// Kode untuk fungsi_pertama

}

$(‘#button_kedua’).click(function() {

$(‘#button_ketiga’).unbind(‘click’);

$(‘#button_ketiga’).click(fungsi_kedua);

});

function fungsi_kedua()

{

// Kode untuk fungsi_kedua

}

Referensi selengkapnya mengenai fungsi unbind dapat dilihat di http://api.jquery.com/unbind/

JQuery Ajax

Ajax merupakan teknik pemrograman web dinamis menggunakan javascript. Ajax dapat digunakan untuk mengambil data dari database tanpa harus me-reloading halaman atau berpindah url. Fungsi ajax dapat dikombinasikan dengan button atau event lainnya.

Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai penggunaan Ajax pada JQuery, pembaca diharapkan sudah mengerti dasar php, html, javascript dan JQuery seperti membuat function, deklarasi variabel dan mengakses DOM dengan JQuery.

Berikut ini adalah contoh penggunaan Ajax pada JQuery.

Kode ini diletakkan di dalam $(document).ready(function(){} )

$.ajax({

url: http://www.yohanli.com/index.php/c_contoller_anda/fungsi_yang_dipanggil, //misalnya url controller anda

data: parameter,

cache: false,

dataType: “json”,

beforeSend: function() {before_ajax();},

complete: function() {after_ajax();},

success: function(result_json) {success_function(result_json);}

});

Data parameter

Parameter merupakan variabel yang akan di pass ke halaman selanjutnya. Contoh parameter didapatkan dari input box dengan id input_box_1, maka akan ditulis dengan format: ‘data1=’ + $(# input_box_1).val(). parameter ini mem-passing variabel data1 di url tujuan. Variabel ini dapat diakses dengan cara $_GET[‘data_1’] menggunakan php.

Multiple parameter dari banyak input box dapat dilakukan dengan contoh berikut ini:

var parameter = ‘data1=’ + $(#input_box_1).val() + ‘&data2=’ + $(#input_box_2).val()’;

Kode di atas menjelaskan bahwa akan ada 2 variabel yang dipass yaitu data1 dan data2 yang diambil dari input_box 1 dan input_box_2

Pada url tujuan, variabel ini dapat diambil menggunakan php dengan cara $_GET[‘data1’] dan $_GET[‘data2’]

 

Function

Fungsi before_ajax(), after_ajax() dan success_function() merupakan fungsi javascript yang maxing-masing akan di-execute pada saat terjadi ajax request. Fungsi ini dapat diletakkan di dalam $(document).ready(function() ).

function before_ajax()

{

// Kode ini akan dipanggil sesaat sebelum ajax request

}

function after_ajax()

{

// Kode ini akan dipanggil sesaat sesudah ajax request

}

 function success_function(result_json)
{
// Kode ini dipanggil setelah ajax berhasil memberikan return yang dapat berupa json, jsonp, xml, script, text atau html.
}

Variabel yang didapat dari ajax dapat diakses langsung oleh javascript. Pada contoh ini  digunakan JSON, JSON lebih fleksibel dan relatif simple daripada xml.

Contoh apabila return merupakan json data berupa {“hasil”: {“nama” : “saya”, “umur” : “20 tahun”}}

Data ini dapat diakses dengan cara:

result_json[‘hasil’][‘nama’] akan menghasilkan string “saya”

result_json[‘hasil’][‘nama’] akan menghasilkan string “20 tahun”
Kode PHP URL Tujuan
Berikut adalah contoh coding URL tujuan

<?php
class C_Controller_Anda {

function __construct()

{

// Kode Constructor

}

function index()

{

// Kode Index

}

function fungsi_yang_dipanggil()

{

// di sini diletakkan kode untuk menyajikan data return

$data_pertama = $_GET[‘data1’]; // ini adalah cara mengambil parameter  data1

$data_kedua = $_GET[‘data2’]; // ini adalah cara mengambil parameter data2

$result_json = $this->Model_Anda->fungsi_di_dalam_model_yang_dipanggil($data_pertama, $data_kedua);

echo $result_json; // ini data yang akan diterima oleh ajax

}

} ?>

 

Referensi JQuery Ajax dapat dilihat di http://api.jquery.com/jQuery.ajax/
Selamat belajar…

Pengenalan XML

XML merupkan singkatan dari eXtensible Markup Language. XML merupakan markup language seperti HTML, akan tetapi tidak seperti HTML, XML didesain untuk transportasi dan penyimpanan data. XML tidak didesain untuk menampilkan data.

XML 1.0 sudah memperoleh rekomendasi W3C sejak 10 Pebruari 1998. XML 1.0 2.Ed memperoleh rekomendasi sejak 6 Oktober 2000. XML 1.0 (3.Ed) sejak 4 Pebruari 2004. XML 1.0 (5.Ed) sejak 26 November 2008.  XML 1.1 sejak 4 Pebruari 2004. XML 1.1 (2.Ed)  sejak 16 Agustus 2006. XML 1.0 Namespaces sejak 14 Januari 1999. XML 1.0 Namespaces (2.Ed) sejak 16 Agustus 2006. XML 1.1 Namespaces sejak 4 Pebruari 2004. XML 1.1 Namespaces (2.Ed) sejak 16 Agustus 2006.  XML Infoset sejak 24 Oktober 2001. XML Infoset (2.Ed) sejak 4 Pebruari 2004.  XML Base sejak 27 Juni 2001. XML Base (2.Ed) sejak 28 Jan 2009. XLink 1.0 sejak 27 Juni 2001. XPointer Framework sejak 25 Maret 2003. XPointer element() scheme 25 Maret 2003. XPointer xmlns() scheme sejak 25 Maret 2003. XInclude 1.0 sejak 20 Desember 2004. XInclude 1.0 (2.Ed) sejak 15 November 2006. Untuk melihat perkembangan mengenai XML dapat dilihat pada situs http://www.w3schools.com/w3c/w3c_xml.asp.

Tag yang digunakan dalam XML tidak predifined seperti HTML, Tag pada XML didefinisikan oleh pengguna.

XML bukan merupakan pengganti HTML. HTML digunakan untuk penyajian data sedangkan XML digunakan untuk transportasi dan penyimpanan data itu sendiri. XML mempermudah web programmer dalam pengolahan data.

Berikut adalah contoh sederhana penggunaan XML

<produk>

<nama>Flash Disk Drive 2GB</nama>

<hargamodal>Rp 50.000</hargamodal>

<hargajual>Rp55.000</hargajual>

<stok>24 buah</stok>

</produk>

Dari contoh di atas dapat dijelaskan bahwa XML membantu web programmer dalam mengelola struktur data. Data dapat dipisahkan dari HTML ke dalam berkas XML, sehingga apabila ada perubahan data, programmer cukup merubah pada berkas XML saja. Programmer dapat membuat kode JavaScript untuk membaca dan merubah data pada berkas XML.

XML mempermudah data sharing. Banyak data diciptakan dengan format yang mungkin tidak kompatibel dengan sistem yang lain. XML disimpan dalam plain format yang sangat sederhana, sehingga data dengan mudah dapat digunakan semua komputer atau aplikasi. Karena XML disimpan dalam bentuk text, maka pengguna tidak perlu khawatir kehilangan data saat melakukan perubahan sistem operasi atau aplikasi. Bahkan bila didukung oleh para developer aplikasi, seluruh berkas word processor, spreadsheet, database, dan data lainnya akan disimpan dalam bentuk XML sehingga mempermudah pertukaran data antar aplikasi tanpa diperlukan konversi lagi.

Bentuk XML secara umum adalah sebagai berikut:

<root>

<child>

<subchild>…..</subchild>

</child>

</root>

Dalam XML dapat ditambahkan komentar dimulai dengan <!– dan diakhiri dengan –>

<!– Ini adalah komentar dalam XML, mirip pada HTML –>

Penamaan dalam XML

  • XML Names dapat berupa huruf, angka, dan karakter lainnya
  • XML Names tidak boleh diawali oleh angka atau tanda baca
  • XML Names tidak boleh diawali dengan huruf xml, XML, Xml, xML, xMl, XmL.
  • XML Names tidak boleh diawali dengan spasi