Suatu malam Nia terbangun dan melihat suaminya sedang berdiri di sisi Boks bayi mereka.
Nia belum pernah melihat ekspresi wajah suaminya seperti itu sebelumnya.
Kadang-kadang tersenyum sambil menggelengkan- gelengkan kepala,tampak kagum…,
lalu seperti terharu, terus menarik nafas panjang dan seterusnya.
Diam-diam air mata menetes di kedua mata Nia.
Ia tak menyangka suaminya akan mengagumi bayi mereka seperti itu.
Nia menghampiri suaminya, memeluknya dan setengah memancing bertanya,
“Mas, apa sih yang Mas pikirkan?”
“Ini….., aku benar-benar nggak habis pikir, boks begini ini aja kok harganya sampai tiga juta.”

Facebook Comments
folderevent_note

account_box Yohan Naftali

One thought on “Kagum”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

comments

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.