Category Archives

25 Articles

Komposisi Pendanaan

Komposisi Pendanaan (Soal oleh Prof Masngudi, PhD, APU)

PT Kelapa Gading Raya memiliki total asset Rp500.000.000,- ingin mendanai perusahaannya dengan tiga alternatif:

  1. 100% dengan modal sendiri
  2. Dengan modal sendiri 70% dan pinjaman 30%
  3. Modal sendiri 30% dan pinjaman 70%

Tingkat bunga yang berlaku 24% per tahun. Sedangkan tarif pajak penghasilan diberlakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Laba sampai dengan 10 juta             = 15%
  2. Laba di atas 10 juta sampai dengan 50 juta     = 25%
  3. Laba di atas 50 juta                 = 35%

Perlu diketahui laba perusahaan sebelum bunga dan pajak adalah sebesar Rp 125 juta.

Hitunglah komposisi pendanaan yang dinilai optimal bagi para pemilik perusahaan.

Jawaban

Alternatif 1 (100% dengan modal sendiri)

Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT)    = Rp125.000.000,-

Biaya Bunga                    = Rp 0,- (Tanpa pinjaman)

Laba sebelum pajak (EBT)            = Rp 125.000.000,-

Pajak    15% x Rp 10.000.000,-            = Rp 1.500.000,-

    25% x Rp 40.000.000,-             = Rp 10.000.000,-

    35% x Rp 75.000.000,-            = Rp 26.250.000,-

    Total Pajak                = Rp 37.750.000,-

Laba sesudah pajak (EAT)            = Rp 87.250.000,-

Return on Equity (ROE)                = Rp 87.250.000,- / Rp 500.000.000,-

                        = 17,45 %

 

Alternatif 2 (70% modal sendiri, 30% pinjaman)

Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT)    = Rp125.000.000,-

 

Biaya Bunga                    = (30% x Rp 125.000.000,-) x 24%

                        = Rp 36.000.000,-

 

Laba sebelum pajak (EBT)            = Rp 89.000.000,-

 

Pajak    15% x Rp 10.000.000,-            = Rp 1.500.000,-

    25% x Rp 40.000.000,-             = Rp 10.000.000,-

    35% x Rp 39.000.000,-            = Rp 13.650.000,-

    Total Pajak                = Rp 25.150.000,-

 

Laba sesudah pajak (EAT)            = Rp 87.250.000,-

 

Return on Equity (ROE)                = Rp 87.250.000,- / (70% x Rp 500.000.000,-)

                        = 18,24 %

 

Alternatif 3 (30% modal sendiri, 70% pinjaman)

Laba sebelum bunga dan pajak (EBIT)        = Rp125.000.000,-

 

Biaya Bunga                    = (70% x Rp 125.000.000,-) x 24%

                        = Rp 84.000.000,-

 

Laba sebelum pajak (EBT)            = Rp 41.000.000,-

 

Pajak    15% x Rp 10.000.000,-            = Rp 1.500.000,-

    25% x Rp 31.000.000,-             = Rp 7.750.000,-

    Total Pajak                = Rp 9.250.000,-

 

Laba sesudah pajak (EAT)            = Rp 31.750.000,-

 

Return on Equity (ROE)                = Rp 31.750.000,- / (30% x Rp 500.000.000,-)

                        = 21.17 %

 

Komposisi pendanaan yang dinilai optimal bagi para pemegang saham adalah alternatif 3, karena memiliki ROE tertinggi, dengan catatan dana yang digantikan dengan dana pinjaman dapat diinvestasikan pada unit perusahaan yang lain sehingga akan diperoleh ROE yang lebih tinggi, serta pendapatan absolut yang lebih tinggi daripada alternatif 1.

                        

Kontrak berjangka (Futures Contract)

Kontrak berjangka (futures contract) adalah perjanjian kontrak, yang biasanya dibuat pada lantai perdagangan atau bursa berjangka, untuk membeli atau menjual suatu komoditas atau instrumen keuangan pada waktu yang ditentukan di waktu yang akan datang
Kontrak berjangka (futures contracts) detail the quality and quantity of the underlying asset
Futures contracts are standardized to facilitate trading on a futures exchange
Some futures contracts may call for physical delivery of the asset, while others are settled in cash
Kontrak berjangka pertama kali dinegosiasikan untuk komoditi pertanian, dan kemudian untuk sumber daya alam seperti minyak
Kontrak berjangka keuangan diperkenalkan pada tahun 1972

  • currency futures
  • interest rate futures
  • stock market index futures

Kontrak indeks merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham
KBIE di Bursa Efek Indonesia

  • LQ45 Futures menggunakan underlying indeks LQ45
    LQ45 telah dikenal sebagai benchmark saham-saham di Pasar Modal Indonesia
    Indeks LQ45 dapat menjadi alat yang cukup efektif dalam rangka melakukan tracking secara keseluruhan dari pasar saham di Indonesia
  • Mini LQ45 Futures
  • LQ45 Futures Periodik
  • Mini LQ45 Futures Periodik
  • Japan (JP) Futures
    Dow Jones Japan Titan 100

Hati-hati dalam melakukan investasi, terutama investasi pada Futures (menurut saya, futures bukan lagi investasi melainkan trading, judul ini tepatnya adalah hati-hati trading dengan futures), karena investasi ini berisiko tinggi, banyak pengalaman pahit teman-teman saya sehubungan dengan investasi Futures. Futures di Indonesia dikenal sebagai kontrak berjangka. Aset dasar Futures dapat berupa komoditas dan aset keuangan.

Supaya mendapatkan gambaran kasar mengenai Futures, bayangkan tiket pertandingan bola untuk besok sebagai suatu aset atau komoditi. Tiket hanya akan diperjualbelikan pada tanggal pertandingan dengan harga resmi loket Rp 50.000, sehingga saat ini anda belum dapat membelinya. Seorang calo meyakinkan anda bahwa dia dapat membeli tiket pertandingan dan dapat menjual pada anda seharga Rp 80.000 sekarang. Karena anda yakin bahwa harga tiket diluar loket akan naik lebih dari Rp 80.000, dan anda berpikir bisa mendapatkan keuntungan apabila membeli tiket ini, maka anda membeli tiket tersebut pada harga Rp 80.000 dari calo tersebut, walaupun anda tidak menyukai pertandingan bola  dan anda tidak akan menggunakan tiket tersebut untuk menonton. Sebagai tanda jadi beli anda menyetor Rp 30.000 kepada sang calo. Sang calo juga berkata apabila anda tidak ingin menggunakan tiket untuk menonton, maka dia bersedia menjualkan tiket diluar loket sesuai dengan harga pasar. Sang calo juga berkata kepada anda bahwa anda dapat membatalkan pembelian tiket tersebut.

Esok harinya ternyata penjualan tiket sangat laku, dalam sebentar saja loket sudah ditutup sedangkan banyak orang yang ingin menonton pertandingan tidak mendapatkan tiket. Di sini anda mendengar bahwa di luar loket, tiket dapat dijual sebesar Rp 150.000. Anda segera menghubungi sang calo untuk segera menjual tiket tersebut. Anda menerima uang penjualan tiket sebesar Rp 100.000 setelah dipotong Rp50.000 (apabila tidak ada potongan komisi lagi). Anda dapat meraih keuntungan sebesar Rp 70.000 dari modal sebesar Rp30.000 dalam satu hari, dahsyat bukan?

Sampai di sini anda biasanya sudah paham dan segera tertarik untuk melakukan spekulasi. Tunggu dulu, bagaimana kalau skenarionya berubah? Bayangkan bila esok hari ternyata hujan. Hari itu tidak banyak tiket yang dibeli. Anda menelpon ke sang calo dan berkata anda tidak jadi membeli. Semua uang yang telah disetor tidak bisa kembali lagi. Akan tetapi semua berpulang kepada anda. Setiap orang memiliki rejeki masing-masing. Setiap investasi dan spekulasi ada risikonya, yang penting anda tahu dan mau mengambil risiko tersebut.

Futures mirip dengan forward (perjanjian/kontrak untuk membeli sebuah asset (dapat berupa saham atau komoditi) di masa yang akan datang dengan harga yang disepakati) tetapi ada beberapa fitur yang diformalisasi dan karakteristik yang distandarisasi. Beberapa perbedaan-nya

  1. Diperjual-belikan di pasar sekunder yang terorganisasi.
  2. Marked to market, rekening investor dihitung untung atau ruginya secara harian
  3. Ketentuan kontrak pada future (kontrak berjangka) terstandarisasi, sedangkan kontrak forward tidak karena hanya merupakan persetujuan pribadi antar 2 lembaga keuangan atau lembaga keuangan dan nasabahnya.

Dalam kontrak futures, bursa harus mengatur:

1. Aset

2. Ukuran kontrak

3. Tempat/lokasi penyerahan

4. Waktu penyerahan.

Jika dua investor secara langsung dan menyetujui untuk memperdagangkan suatu aset dengan harga tertentu yang penyerahannya akan dilakukan di masa mendatang, ada risiko yang ditanggung. Pihak yang beruntung akan berusaha mempertahankan persetujuan tersebut, sedangkan yang merugi ada kemungkinan akan berusaha menghindarinya. Untuk mengatasi hal ini, maka diperlukan margin. Investor akan membuka Rekening margin untuk dapat melakukan perdagangan berjangka.

Pada setiap penutupan hari perdagangan, berdasarkan penyesuaian terhadap nilai pasar, ada kemungkinan harga futures naik / turun, sehingga saldo rekening margin dapat melebihi/kurang dari margin awal. Pada akhir setiap hari perdagangan, keuntungan (kerugian) ditambahkan pada (dikurangkan dari) rekening margin, yang membawa nilai kontrak kembali ke nol

Long position -> setuju utk membeli

Short position -> setuju utk menjual

Profit yang didapat pada jatuh tempo

  • Long -> Spot – harga futures asli
  • Short -> Harga asli futures – spot

 

1. Profit pada Pembeli Futures (Bodie)

 

2. Profit pada Penjual Futures (Bodie)

 

Strategi Trading pada Futures

  • Spekulasi
    • Short apabila percaya bahwa harga akan turun
    • Long apabila percaya bahwa harga akan naik
  • Hedging
    • Long Hedge untuk melindungi terhadap kenaikan harga
    • Short Hedge untuk melindungi terhadap penurunan harga

Basis adalah perbedaan antara harga futures dan harga, seiring dengan waktu, basis akan berubah dan semakin konvergen

Basis Risk adalah variasi pada basis yang mengakibatkan performance profit dan atau hedging

 

Lampiran:
Disclaimer: Tulisan di bawah ini adalah salinan dari sumber yang tertera di bagian paling bawah.

Berikut ini adalah informasi yang diambil dari Forum Kaskus. Silakan dibaca supaya lebih berhati-hati dalam berinvestasi terutama berinvestasi pada kontrak berjangka (Futures).
Show ▼

Link yg berguna:

Show ▼

DAFTAR ALAMAT PERUSAHAAN FUTURES DI INDONESIA

Show ▼

Tambahan informasi dari bro disful, perusahaan dibawah ini bermasalah dan terbukti menipu melalui iklan lowongan kerja:

Show ▼

Sumber: http://www.kaskus.us, http://discountfuturestrading.blogspot.com, http://en.wikipedia.org

Prinsip Malaikat

Ada yang janggal di mata para bankir ketika mencermati business plan awal RealNetworks yang didirikan Rob Glaser pada 1995. Tertulis secara resmi dalam dokumen, perusahaan itu menetapkan kebijakan penyaluran 5% keuntungan bisnis untuk kegiatan amal di yayasannya. 

“Sebentar, Anda benar-benar ingin ada kebijakan ini? Sebab, orang yang mempelajari perusahaan Anda tidak akan menyukai ini,” begitu kata para bankir, mengingatkan Glaser akan kemungkinan reaksi calon investor. Apa yang terjadi kemudian pada RealNetworks? 
Rupanya, sepanjang proses go public, hanya dua kali muncul pertanyaan investor soal amal RealNetworks itu. Seorang investor, mengatakan kepada Glaser, “Saya sudah membaca prospektus Anda bahwa Anda akan memberikan 5% keuntungan untuk lembaga amal. Mengapa Anda tidak berikan saja yang 5% itu kepada para investor dan biarkan mereka memberikannya ke lembaga amal?”

Menjawab pertanyaan itu, Glaser menjelaskan bahwa dia memang ingin mendorong para investor untuk memberi sumbangan ke lembaga amal. “Tapi, begitu uang itu tidak di tangan kami, maka kami tidak bisa mengawasinya. Jika, kami berikan sendiri yang 5% itu kepada lembaga amal, maka kami tahu itu akan berguna untuk tujuan yang positif.”

Investor satunya malah bereaksi sangat positif menyangkut kebijakan amal itu. Investor dari California Selatan, yang punya hubungan dengan sebuah perusahaan investasi besar itu menghubunginya lewat telepon. “Saya akan mempelajari dengan sungguh-sungguh rencana bisnis Anda. Entah keputusannya berinvestasi atau tidak ke perusahaan Anda, tapi fakta bahwa Anda membuat komitmen pada amal itu pasti menjadi pertimbangan yang mendukung, karena saya kira ini luar biasa.”

Sang calon investor menambahkan bahwa pengalamannya dengan masalah amal benar-benar positif. “Siapa pun yang mengatakan kepada Anda bahwa Anda tidak mungkin melakukan itu pasti salah.”

Fakta pertama yang menarik dari pengalaman RealNetworks adalah bahwa hanya dua investor yang bereaksi terhadap kebijakan amal tersebut. Yang satu, sekadar menanyakan tentang cara penyaluran amal, dan yang lainnya menyatakan sangat mendukung. 

Fakta kedua, RealNetworks kini menjadi perusahaan besar dengan jumlah pegawai 1.594 orang dan pendapatan bersih US$145,22 juta (2006). RealNetworks adalah perusahaan penyedia peranti media Internet (RealAudio, RealVideo dan RealPlayer) yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat. Perusahaan itu juga terkenal karena layanan hiburan online berbasis langganan, seperti Rhapsody, SuperPass, dan RealArcade.

Glaser sendiri, yang lahir pada 16 Januari 1962 dan pernah bekerja di Microsoft, sudah punya harta US$2 miliar saat usianya baru 37 tahun. Dia tercatat sebagai penyumbang individual terbesar ke-22 untuk 527 kelompok pada pemilihan umum AS pada 2004. Jumlah sumbangan lulusan Yale Univesity bidang Ekonomi dan Ilmu Komputer itu mencapai US$2,2 juta ke sejumlah organisasi yang berafiliasi ke Partai Demokrat. 

Perusahaan menyisihkan keuntungan untuk amal memang bukan hal yang aneh. Akan tetapi, seperti kata Glaser, jarang ada yang menuliskan komitmen itu dalam dokumen publik. Apa yang dialami RealNetworks menunjukkan bahwa amal, atau dalam konteks yang lebih luas, filosofi ‘memberi’, ternyata bukan menjadi faktor negatif bagi sebuah bisnis.

Dalam artikel beberapa nomor lalu, saya kemukakan satu hasil survei Majalah Fortune pada Oktober 2006. Di situ terlihat bahwa sekitar satu dari setiap US$10 aset di bawah manajemen investasi di Amerika Serikat (US$2,3 triliun dari US$24 triliun) mengalir ke perusahaan yang tinggi tingkat tanggung jawab sosialnya. Ini ditafsirkan sebagai isyarat bahwa perusahaan yang bertanggung jawab secara sosial akan mengungguli perusahaan yang tidak. 

Selain itu, menurut laporan The New York Times, sampai tahun 2000, pasar untuk values-driven commerce, mencapai US$230 miliar. Angka itu terus tumbuh dua digit setiap tahun. Ceruk pasar yang dirujuk dalam laporan itu adalah masyarakat konsumen dengan kesadaran memilih produsen atau perusahaan yang memerhatikan tanggung jawabnya pada kepentingan stakeholder, termasuk konsumen dan lingkungan.

Anggukan universal

Pengalaman Glaser, survei Fortune dan laporan New York Times, semua memperlihatkan bahwa filosofi memberi merupakan anggukan universal atas salah satu kecerdasan spiritual manusia. 

Sikap memberi atau peduli pada hakikatnya adalah suatu investasi kepercayaan (trust). Di sini berlaku hukum kekekalan energi, bahwa energi yang diberikan tidak akan hilang, ia hanya berubah bentuk. 

Energi positif (memberi) yang dikeluarkan RealNetworks atau perusahaan lain yang punya tanggung jawab sosial tinggi mengirim sinyal ke para investor bahwa perusahaan-perusahaan itu dijalankan degan integritas. 

Integritas tidak mungkin menipu dan tidak mungkin berbohong. Integritas tidak memerlukan tepuk tangan orang lain. Integritas tidak peduli dengan riuh-rendah sorak -sorai. 

Integritas tidak pamrih, sebab integritas adalah manifestasi dari Prinsip Malaikat (Angle Principle). Pelakunya tidak mengharapkan apa-apa selain catatan kecil dari malaikat yang berada pada bahu kanannya. 

Prinsip itu hanya akan muncul ketika manusia telah menyadari bahwa hidupnya adalah pengabdian kepada Tuhan yang telah menitipkan Sifat-Sifat Mulia dalam dirinya. Sifat-sifat yang menjadi kecerdasan spiritual manusia, dan salah satunya adalah peduli.

Ary Ginanjar Agustian
Pendiri dan Pemimpin 
ESQ Leadership Center
Penemu ESQ Model
Penulis buku best seller ESQ Emotional Spiritual Quotient The ESQ Way 165

Sumber: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-minggu/manajemen/1id70609.html

IHSG Turun

IHSG terus turun, kita yang tidak berhubungan dengan sektor finansial boleh berharap tidak tekena dampaknya, akan tetapi hal tersebut tidak mudah terjadi, sektor riil mau tak mau juga pasti ikut kena dampaknya. Berikut penjelasannya:

Investasi ada 2
1. Sektor Riil
2. Sektor Keuangan

IHSG -> mewakili sektor keuangan -> naik turunnya mencerminkan perkembangan ekonomi, bisa juga tidak

IHSG -> jual beli pasar saham sekunder.
Logikanya naik turunnya investasi di pasar sekunder tidak mempengaruhi perusahan emiten (penerbit saham) -> tapi sentimen negatif pada IHSG dapat menyedot dana (baik di sektor riil maupun sektor keungan) -> jadinya bila IHSG turun -> sektor riil juga berdampak!

Masalahnya di sini hanyalah karena adanya faktor psikologis belaka, bukan karena IHSG turun -> perusahaan emiten merugi.

Skemanya

IHSG Turun -> Dana dari sektor keuangan dan riil ditarik -> Sektor riil kekurangan dana -> Sektor riil stagnan.

Seharusnya (bila investor rasional)
IHSG Turun -> Dana dari sektor keuangan dialihkan ke sektor riil -> Sektor riil mendapatkan dana -> Sektor riil tumbuh.

Artikel mengenai IHSG:

Selasa, 10 Juni 2008 | 16:05 WIB

JAKARTA,SELASA – Mengikuti mayoritas bursa regional yang berada di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk dibawah 2.400. IHSG Selasa (10/6) sore ditutup terpuruk 36,260 poin (1,50 persen) menjadi 2.373,817

Sementara indeks Kompas100 turun merosot 9,642 poin (1,62 persen) ke 586,542. Kemudian indeks LQ45 berkurang 8,384 poin (1,65 persen) menjadi 499,634. Serta Jakarta Islamic Index (JII) melemah 7,020 poin (1,60 persen) pada 431,266.

Perdagangan hari ini didominasi 158 saham turun dibanding hanya 40 saham naik serta 58 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 3,596 miliar saham dengan nilai Rp 6,701 triliun dari 73.983 kali transaksi. Sektor pertambangan yang diperkirakan akan menjadi penyokong justru menjadi penyumbang negatifnya indeks.

Saham-saham yang turun antara lain Timah (TINS) turun Rp 350 ke Rp 34.000. Medco (MEDC) turun Rp 350 ke Rp 5.250. Bumi REsource (BUMI) turun Rp 300 ke Rp 8.150. Antam (ANTM) turun Rp 100 ke Rp 3.075. Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 ke Rp 15.100. Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 33.300. Bank BRI (BBRI) turun Rp 250 ke Rp 5.100. Bank BCA (BBCA) turun Rp 25 ke Rp 2.67.0 London Sumatra (LSIP) turun Rp 250 ke Rp 9.500. Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 750 ke Rp 24.850.

Sedang saham-saham yang bertahan di zona hijau antara lain, Indosat (ISAT) naik RP 1.000 ke Rp 6.550. Telkom (TLKM) naik Rp 50 ke Rp 7.950.

Sementara mayoritas regional dengan dipimpin indeks Hang Seng terpuruk di zona merah. Indeks Hang Seng, Hong Kong anjlok 1.026,66 poin ((4,21 persen) ke 23.531,93. Kemudian di Singapura Straits Times Index (STI) turun 46,09 poin (1,49 persen) ke posisi 3.003,93.

Hal serupa juga menimpa saham-saham di Jepang, dengan indeks Nikkei225 merosot 160,2 poin (1,13 persen) ke posisi 14,021,17. Indeks Kospi Korea Selatan berkurang 34,58 poin (1,91 persen) pada 1.774,38. Serta indeks All Ordinaries Australia yang merosot 146,90 poin (2,58 persen) ke 5.544,30.

EDJ

Terimbas Regional, IHSG Turun 13 Poin

Selasa, 10 Juni 2008 | 12:28 WIB

JAKARTA,SELASA – Terimbas regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi Selasa (10/6) pagi ditutup turun 13,126 poin (0,54 persen) ke posisi 2.396,951.

Sedang indeks Kompas100 berkurang 3,409 poin (0,57 persen) ke 592,775. Kemudian indeks LQ45 melemah 2,374 poin (0,47 persen) menjadi 505,644. Sementara Jakarta Islamic Index (JII) berhasi naik tipis 0,070 poin (0,02 persen) pada 438,356.

Perdagangan didominasi 124 saham turun dibanding 33 saham naik serta 57 saham stagnan. VOlume perdagangan mencapai 1,461 miliar saham dengan nilai Rp 3,244 triliun dari 36.612 kali transaksi.

saham-saham yang turun antara lain Timah (TINS) turun Rp 300 ke Rp 34.050. Medco (MEDC) turun Rp 250 ke Rp 5.350. Bank BRI (BBRI) turun Rp 250 ke Rp 5.100. Bank BCA (BBCA) turun Rp 100 ke Rp 2.575. London Sumatra (LSIP) turun Rp 50 ke Rp 9.700.

Sedang saham-saham yang menguat antara lain Indosat (ISAT) yang baru diperdagangkan kembali, melesat RP 900 ke Rp 6.550. Telkom (TLKM) naik Rp 50 ke Rp 7.950. Bumi REsource (BUMI) naik Rp 50 ke Rp 8.500. Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 100 ke Rp 25.700.

Sementara mayoritas regional terpuruk di zona merah, seiring kekhawatiran terhadap melonjakany harga minyak mentah serta kekhawatiran terhadap sektor keuangan Amerika Serikat.

Saham-saham di Hong Kong terjun bebas, indeks Hang Seng, Hong Kong anjlok 870,25 poin (3,57 persen) ke 23.531,93. Kemudian di Singapura Straits Times Index (STI) turun 32,13 poin (1,04 persen) ke posisi 3.051,89.

indeks Kospi Korea Selatan yang berkurang 36,63 poin (2,02 persen) pada 1.772,33. Serta indeks All Ordinaries Australia yang merosot 125,000 poin (2,20 persen) ke 5.566,200.

Demikian juga dengan saham-saham di Jepang yang sempat menguat, akhirnya terpuruk 151,73 poin (1,07 persen) ke posisi 14,029,65.

EDJ

Sumber: Kompas

Pengendalian Kualitas

Pengendalian kualitas dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu On-Line Quality Control dan Off-line Quality Control .

  • On-line Quality Control adalah kegiatan pengendalian kualitas yang dilakukan selama proses pabrikasi berlangsung dengan menggunakan Statistical Process Control (SPC). Sifat On-line Quality Control adalah tindakan pengendalian yang reaktif,atau tindakan setelah kegiatan produksi berjalan. Artinya jika produk yang dihasilkan tidak memenuhi spesifikasi yang diharapkan, tindakan perbaikan terhadap proses dilakukan dengan tujuan meminimasi jumlah cacat yang terjadi.
  • Off-Line Quality Control adalah pengendalian kualitas yang dilakukan sebelum proses produksi atau pengendalian kualitas yang bersifat preventif. Dengan tindakan preventif maka kemungkinan adanya cacat produk dan masalah kualitas dapat diatasi sebelum produksi berjalan. Pengurangan pada produk cacat akan mengurangi scrap dan produk gagal, yang akhirnya akan mengurangi pemulangan produk dari konsumen serta dapat mengurangi kerugian. Tujuan dari Off-Line Quality Control adalah untuk mengoptimasi desain produk dan proses dalam rangka mendukung kegiatan On-Line Quality Control.

Secara umum pengendalian kualitas atau Quality Control dapat diartikan sebagai suatu system yang efektif untuk memadukan pengembangan, pemeliharaan dan upaya perbaikan kualitas berbagai kelompok dalam sebuah organisasi agar perekayasaan,produksi dan jasa, serta pemasaran dapat berada pada tingkatan yang paling ekonomis sehingga konsumen mendapat kepuasan penuh. Jadi pengendalian kualitas berarti:

  • Menggunakan pengawasan kualitas sebagai dasar setiap kegiatan
  • Pengendalian biaya,harga dan laba secara terintegrasi
  • Pengendalian jumlah, meliputi jumlah produksi, penjualan dan persediaan serta waktu pengiriman kepada pelanggan.