Monthly Archives

18 Articles

Firm (Lanjutan Mekanisme Pasar)

Artikel ini menjelaskan mengenai hubungan kekuatan pasar dan elastisitas permintaan.

Firm (perusahaan) dapat menjadi price taker (pembuat harga) dan sebagai price setter / price maker. Pada pasar monopoli, firm menjadi price taker, akan tetapi pada pasar kompetisi firm tidak dapat membuat harga.
Bentuk pasar dapat digambarkan seperti di bawah ini.


Lerner’s Index (LI)
LI yaitu indeks yang menggambarkan derajat kekuatan perusahaan dalam mengendalikan pasar untuk menentukan harga.

LI = (P-MC)/P
P = Harga yang ditentukan oleh firm
MC = Marginal Cost

Range Lerner’s Index adalah 0 sampai dengan 1. Semakin tinggi nilai LI, maka semakin besar kekuatan firm dalam mengendalikan harga, pada pasar kompetisi sempurna, nilai L = 0.

Temon dan Abdel

by Yohan Naftali 0 Comments

 

Alkisah.. pada suatu hari Temon dan Abdel berhasil meloloskan diri dari LP Cipinang. Namun malangnya, tangan mereka masih terikat sama borgol. Sambil berjalan, mereka mencoba memikirkan bagaimana cara untuk memutuskan borgol itu.

 

Sumber: kaskus.us

Hati-hati dengan Alien

by Yohan Naftali 0 Comments

 

Seorang gadis SMA cantik karena terlalu keasyikan bermain, tanpa sengaja ia terperosok kejurang. Ia sudah berkali-kali berteriak minta tolong tapi tidak ada yang mendengarnya. Ia merasa kalau ia tidak akan selamat. Apakah gadis SMA itu dapat selamat dari jurang…?

 

Sumber: kaskus.us

Supir Taksi

by Yohan Naftali 1 Comment

Pada suatu tengah malam seorang supir taksi sehabis seharian bekerja ingin pulang kerumah. Karena sudah terlalu malam dan rumahnya jauh, ia lalu mencoba melewati jalan pintas. Tapi tiba-tiba…….

 

 

Dari Kaskus.us

Kehebatan Sang Kakek

by Yohan Naftali 0 Comments

Sepasang manula sedang dalam perjalanan nostalgia mengenang masa lalu mereka dengan mengunjungi tempat pertama kali mereka bertemu dulu. Masuk ke sebuah kafe, sang kakek berkata kepada pasangannya, sang nenek.
“Masih ingat ketika kita bertemu pertama kali 50 tahun yang lalu? Kita pergi dari kafe ini, jalan dari sini menuju pojokan sana di belakang pom bensin, dan pas di pagar itu kita bercinta dengan gaya dari belakang?”
“Oh Itu!, tentu saja, sayang” Jawab sang nenek dengan senyum khusus.
“Kalo gitu, demi masa lalu, bagaimana kalo kita kembali lagi ke sana dan melakukannya lagi seperti dulu, dan tentu saja dari belakang”
Kedua manula itu akhirnya pergi dari kafe setelah membayar.
Seorang anak muda ternyata diam2 mencuri dengar percakapan kedua manula tersebut dan sambil tersenyum sendiri berpikir pasti asyik melihat sepasang manula bercinta di tempat terbuka.
Dia bangkit dari tempatnya dan mengikuti mereka. Benar saja, dia melihat kedua manula tersebut ada di belakang pom bensin. Sang nenek menurunkan celana dalamnya dan mengangkat roknya, sementara sang kakek melepaskan celana panjangnya dan memeluk pinggul sang nenek.
Sang nenek lalu mengambil posisi dengan berpegangan pada pagar besi di depannya.
Dan adegan berikutnya adalah apa yang hanya pantas disebut sebagai hubungan sex selama 40 menit yang paling atletis yang pernah di saksikan anak muda tersebut.
Sang kakek melakukannya pada sang nenek dalam gerakan yang benar-benar fenomenal, luar biasa. Pagar bergetar hebat, semua gerakan seolah olah kabur saking cepatnya. Mereka melakukannya tanpa berhenti sedikitpun sampai pada akhirnya mereka jatuh ke tanah dan tidak bergerak sama sekali sampai lama.
Sang anak muda begitu terpesona dan kagum pada apa yang dilihatnya.Selama hidupnya dia tidak pernah menyaksikan hal hebat yang dapat disamakan dengan ini – tidak juga di film, dengar dari teman, juga dari pengalamannya sendiri. Berdasarkan apa yang barusan dilihatnya, sang pemuda lalu berpikir
“Gue harus tahu rahasianya di mana. Seorang kakek bisa bercinta seperti itu, apalagi gue, yang masih muda, seandainya gue tahu rahasianya”.
Kedua manula tersebut akhirnya dapat menguasai diri mereka dan bangkit berpakaian kembali.
Dengan memberanikan diri sang anak muda menghampiri mereka dan berkata
“Kek, selama hidup saya belum pernah melihat siapapun yang dapat bercinta seperti itu, khususnya dalam usia kakek, apa sih rahasianya? 50 tahun yang lalu kakek pasti lebih hebat dong?”
Meski masih dalam keadaan lemah, sang kakek lalu menjawab,
“Nak, 50 tahun yang lalu, pagar sialan itu belum dialiri listrik…”