Category Archives

41 Articles
Keunggulan Komparatif

Keunggulan Komparatif

Ada 2 negara yaitu Inggris dan Portugal yang memproduksi barang identik yaitu kain dan wine (anggur).
Akan tetapi biaya relatif (relative cost) untuk memproduksi kedua barang tersebut berbeda.
Inggris memproduksi 1 unit kain dalam 100 jam kerja, sedangkan untuk memproduksi 1 unit wine dibutuhkan waktu kerja sebanyak 120 jam.
Beda dengan portugal yang dapat memproduksi 1 unit kain hanya dalam 90 jam kerja saja, dan memproduksi 1 unit wine dalam waktu 80 jam kerja.
Dari data ini terlihat bahwa Portugal memiliki absolute advantage
Antara tahun 1500-1750, ada aliran Merkantilisme yang berpikir bahwa perdagangan internasional adalah untuk memperoleh “bullion” dengan memperoleh “trade surplus”.
Berdasarkan pemikiran ini maka tidak ada manfaat bagi Portugal untuk melakukan perdagangan dengan Inggris, karena Portugal bisa memproduksi semuanya dengan lebih efisien.

David Ricardo, pada tahun 1817 mengajukan contoh ini untuk menjelaskan keunggulan komparatif (comparative advantage) yang dikemukakan di dalam bukunya yang berjudul On the Principles of Political Economy and Taxation.
Dari contoh yang dikemukakan Inggris dapat menggunakan 100 jam kerjanya untuk memproduksi 1 unit kain atau memproduksi 5/6 unit wine.
Begitu juga Portugal dapat menggunakan 90 jam kerja untuk memproduksi 1 unit kain atau memproduksi 9/8 unit wine.
Akibat tidak adanya perdagangan, Inggris membutuhkan 220 jam kerja dibutuhkan untuk memproduksi kedua barang tersebut, sedangkan Portugal membutuhkan 170 jam kerja.
Sehingga tanpa perdagangan kain yang diproduksi Inggris dan Portugal berjumlah 2 unit, wine yang diproduksi Inggris dan Portugal juga 2 unit.
Kalau melihat lebih dalam data contoh di atas, Inggris lebih efisien dalam memproduksi kain daripada wine, sedangkan Portugal lebih efisien memproduksi anggur daripada kain.
Jadi apabila setiap negara melakukan spesialisasi pada barang yang memiliki keunggulan komparatif, maka Inggris mengalokasikan jam 220 jam kerja untuk memproduksi 2.2 unit kain.
Sedangkan Portugal mengalokasikan 170 jam kerjanya untuk memproduksi 2.125 unit wine.
Sehingga apabila dilakukan perdagangan, akan terjadi surplus yang tadinya kedua negara hanya bisa memproduksi sebesar 2 unit kain, sekarang menjadi 2.2 unit, begitu juga anggur yang tadinya 2 unit menjadi 2.125 unit wine.

Definisi Kurva IS-LM

Definisi Kurva IS-LM

Model IS-LM adalah model ekonomi makro Keynesian yang direpresentasikan sebagai grafik yang terdiri dari kurva IS dan LM berpotongan untuk menunjukkan ekuilibrium jangka pendek antara suku bunga dan output.

Kurva IS adalah kurva yang menggambarkan keseimbangan antara pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) pada pasar barang.

Kurva LM adalah kurva yang menggambarkan keseimbangan antara pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) pada pasar uang.

IS berasal dari investasi (Investment)dan tabungan (Saving)

LM berasal dari permintaan akan uang (Liquidity Preference) dan penawaran uang (Money Supply)

Sehingga Kurva IS-LM merupakan kurva yang menggambarkan bagaimana interaksi antara pasar barang (IS) dan pasar uang (LM). Kurva IS LM merepresentasikan model IS-LM yang menunjukkan keseimbangan antara tingkat suku bunga dan  pendapatan nasional (output) dalam jangka pendek (short-run equilibrium).

Ekuilibrium dan Disekuilibrium Pada Kurva IS-LM
Keseimbangan Serentak Kurva IS-LM
Ringkasan Kurva IS-LM

Employment

Loss of Employment Opportunity
Source: Apakabar July, 12nd 2002
Author: Tjan Swie Yong

Some years ago the labor disputes occurred in the Shangrila Hotel and management decided to close the hotel and of course with huge losses. What reason? The reason for the dispute is so close and with jeleknya hotel deems better than not closed. Hotelpun employees lost their jobs and the country where employment is very small, so this is a creation of employment opportunities. Of course, the losses suffered bermilyar Rupiah very heavy, but that the rich do not close mempedulikansebab business is legitimate, and may be a solution that can be considered good. What is considered good? For the other for the hospitality, this is to give an example so that labor does not make offhand strikes. There are allegations that the strikes are controlled by labor organizations to pressure employers. In fact every problem can be well and take the basic WIN WIN SOLUTION, why not do? Entahlah why, but it may be assumed that the walkout DISEASES really meresahkan terms of business. By closing and opening again dikemudian day laborers with a new and improved management that will avoid the long-larutnya problems. Business case for the hospitality business to help deems Shangrila hotel yanglain and things such as going on in Shangrila Hotel can avoided, at least to give lessons that hostility between labor and effort are very detrimental and “rack” with the strike will not necessarily reach the target, which is the welfare of laborers better. Read More

Upaya Pemerataan Pembangunan

This article is about distribution of economics, writer argue that health and education budget are important approach to distribute wealth more effectively. Written by Yohan Naftali, the text is in indonesian as final paper for Economics Development on Doctor of Economics Science Programme – Borobudur University. 2006. Supervised by Prof. Dr. H. M. Arief Djamaluddin.

Oleh: Yohan Naftali

Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Borobudur 2006

Mata Kuliah: Ekonomi Pembangunan

Dosen: Prof. Dr. H. M. Arief Djamaluddin

BAB I

PENDAHULUAN

Kunci dari pembangunan adalah kemakmuran bersama. Pemerataan hasil pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan tujuan pembangunan yang ingin dicapai. Tingkat pertumbuhan yang tinggi tanpa disertai pemerataan pembangunan hanyalah menciptakan perekonomian yang lemah dan eksploitasi sumber daya manusia. Hipotesis Kusnets (1963) yang menyatakan bahwa sejalan dengan waktu ketidakmerataan (inequality) akan meningkat akan tetapi kemudian akan menurun karena adanya penetesan ke bawah (trickle down effect), sehingga kurva akan berbentuk seperti huruf U terbalik (Inverted U). Akan tetapi pada kenyataannya penetesan ke bawah (trickle down effect) tidak selalu terjadi, sehingga kesenjangan antara kaya dan miskin semakin besar.

Read More