Category Archives

9 Articles
Definisi Kurva IS-LM

Definisi Kurva IS-LM

Model IS-LM adalah model ekonomi makro Keynesian yang direpresentasikan sebagai grafik yang terdiri dari kurva IS dan LM berpotongan untuk menunjukkan ekuilibrium jangka pendek antara suku bunga dan output.

Kurva IS adalah kurva yang menggambarkan keseimbangan antara pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) pada pasar barang.

Kurva LM adalah kurva yang menggambarkan keseimbangan antara pendapatan nasional (Y) dan tingkat bunga (i) pada pasar uang.

IS berasal dari investasi (Investment)dan tabungan (Saving)

LM berasal dari permintaan akan uang (Liquidity Preference) dan penawaran uang (Money Supply)

Sehingga Kurva IS-LM merupakan kurva yang menggambarkan bagaimana interaksi antara pasar barang (IS) dan pasar uang (LM). Kurva IS LM merepresentasikan model IS-LM yang menunjukkan keseimbangan antara tingkat suku bunga dan  pendapatan nasional (output) dalam jangka pendek (short-run equilibrium).

Ekuilibrium dan Disekuilibrium Pada Kurva IS-LM
Keseimbangan Serentak Kurva IS-LM
Ringkasan Kurva IS-LM

Washington Consensus

Konsep dan nama “Washington Consensus” dipresentasikan pertama kali pada tahun 1990 John Williamson
John Williamson adalah seorang ekonom dari Institute for International Economics
IIE sebuah institusi yang meneliti ekonomi internasional berkedudukan di Washington
Williamson menggunakan istilah Washington Consensus untuk merangkum beberapa saran kebijakan oleh institusi di Washington pada saat itu
Institusi tersebut adalah IMF, Bank Dunia dan U.S. Treasury Department
Institusi tersebut bertujuan menciptakan agenda pemulihan Amerika Latin dari krisis keuangan
Williamson sendiri menolak program berikutnya yang menggunakan istilah Washington Consensus
Pada tahun 1992, Michael Novak (penulis konservatif) menyebut “Washington Consensus” menjadi Democratic Capitalism

Menurut Joseph Stanislaw dan Daniel Yergin penulis The Commanding Heights, istilah
Washington Consensus” dikembangkan di Amerika Latin

  • Orang Amerika Latin berpendapat bahwa Washington Consensus adalah sebuah teori konspirasi yang dibangun untuk memindahkan kesalahan pemerintah mereka kepada kesalahan pasar

Washington Consensus

  • Fiscal discipline
  • A redirection of public expenditure priorities toward fields offering both high economic returns and the potential to improve income distribution, such as primary health care, primary education, and infrastructure
  • Tax reform (to lower marginal rates and broaden the tax base)
  • Interest rate liberalization
  • A competitive exchange rate
  • Trade liberalization
  • Liberalization of inflows of foreign direct investment
  • Privatization
  • Deregulation (to abolish barriers to entry and exit)
  • Secure property rights

Washington Consensus

  • Kebijakan fiskal berimbang
  • Belanja negara diarahkan untuk bidang yang menawarkan tingkat pengembalian ekonomi yang tinggi dan yang berpotensi untuk meningkatkan distribusi pendapatan, seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur
  • Reformasi pajak (untuk menurunkan tingkat marjinal dan memperluas basis pajak)
  • Pembebasan tingkat suku bunga
  • Nilai tukar mata uang yang kompetitif
  • Pembebasan perdagangan
  • Pembebasan aliran masuk dari FDI (Foreign Direct Investment)
  • Privatisasi
  • Deregulasi (menghapus rintangan masuk dan keluar)
  • Penjaminan hak kepemilikan (property rights)

Negara yang Sudah Mengimplementasi Washington Consensus

  • Argentina
  • Bolivia
  • Brazil (Plano Real)
  • Chile
  • Colombia
  • Costa Rica
  • Dominican Republic
  • Ecuador
  • El Salvador
  • Guatemala
  • Honduras
  • India
  • Mexico
  • Morocco
  • Nicaragua
  • Paraguay
  • Peru
  • Tunisia
  • Uruguay
  • Zambia

Joseph Stiglitz

  • Prof. Stiglitz, Pemenang Hadiah Nobel untuk Ilmu Ekonomi tahun 2001, melihat Bank Dunia dan WTO sebagai kepanjangan ideologi pemerintah AS
  • Pendapat Stiglitz
    • Pemaksaan “Ideologi” ekonomi AS berupa “Washington Consensus” lewat IMF
    • “Washington Consensus” tidak berhasil memperbaiki ekonomi terutama di Amerika Latin
    • Di Asia Timur, justru negara-negara yang tidak mau didikte oleh IMF, seperti Korea Selatan dan Malaysia, lebih cepat keluar dari krisis daripada Indonesia dan Filipina
  • Saran Stiglitz
    • Negara berkembang harus tegas pendiriannya saat berhadapan dengan IMF dan Bank Dunia
    • Negara berkembang berhak memberlakukan proteksi karena pada kenyataannya Amerika Serikat sendiri tetap memberi proteksi kepada beberapa sektor pertanian dan industri, sehingga melakukan double standards dalam perdagangan internasional

IHSG Turun

IHSG terus turun, kita yang tidak berhubungan dengan sektor finansial boleh berharap tidak tekena dampaknya, akan tetapi hal tersebut tidak mudah terjadi, sektor riil mau tak mau juga pasti ikut kena dampaknya. Berikut penjelasannya:

Investasi ada 2
1. Sektor Riil
2. Sektor Keuangan

IHSG -> mewakili sektor keuangan -> naik turunnya mencerminkan perkembangan ekonomi, bisa juga tidak

IHSG -> jual beli pasar saham sekunder.
Logikanya naik turunnya investasi di pasar sekunder tidak mempengaruhi perusahan emiten (penerbit saham) -> tapi sentimen negatif pada IHSG dapat menyedot dana (baik di sektor riil maupun sektor keungan) -> jadinya bila IHSG turun -> sektor riil juga berdampak!

Masalahnya di sini hanyalah karena adanya faktor psikologis belaka, bukan karena IHSG turun -> perusahaan emiten merugi.

Skemanya

IHSG Turun -> Dana dari sektor keuangan dan riil ditarik -> Sektor riil kekurangan dana -> Sektor riil stagnan.

Seharusnya (bila investor rasional)
IHSG Turun -> Dana dari sektor keuangan dialihkan ke sektor riil -> Sektor riil mendapatkan dana -> Sektor riil tumbuh.

Artikel mengenai IHSG:

Selasa, 10 Juni 2008 | 16:05 WIB

JAKARTA,SELASA – Mengikuti mayoritas bursa regional yang berada di zona merah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk dibawah 2.400. IHSG Selasa (10/6) sore ditutup terpuruk 36,260 poin (1,50 persen) menjadi 2.373,817

Sementara indeks Kompas100 turun merosot 9,642 poin (1,62 persen) ke 586,542. Kemudian indeks LQ45 berkurang 8,384 poin (1,65 persen) menjadi 499,634. Serta Jakarta Islamic Index (JII) melemah 7,020 poin (1,60 persen) pada 431,266.

Perdagangan hari ini didominasi 158 saham turun dibanding hanya 40 saham naik serta 58 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 3,596 miliar saham dengan nilai Rp 6,701 triliun dari 73.983 kali transaksi. Sektor pertambangan yang diperkirakan akan menjadi penyokong justru menjadi penyumbang negatifnya indeks.

Saham-saham yang turun antara lain Timah (TINS) turun Rp 350 ke Rp 34.000. Medco (MEDC) turun Rp 350 ke Rp 5.250. Bumi REsource (BUMI) turun Rp 300 ke Rp 8.150. Antam (ANTM) turun Rp 100 ke Rp 3.075. Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 ke Rp 15.100. Indo Tambangraya Megah (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 33.300. Bank BRI (BBRI) turun Rp 250 ke Rp 5.100. Bank BCA (BBCA) turun Rp 25 ke Rp 2.67.0 London Sumatra (LSIP) turun Rp 250 ke Rp 9.500. Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 750 ke Rp 24.850.

Sedang saham-saham yang bertahan di zona hijau antara lain, Indosat (ISAT) naik RP 1.000 ke Rp 6.550. Telkom (TLKM) naik Rp 50 ke Rp 7.950.

Sementara mayoritas regional dengan dipimpin indeks Hang Seng terpuruk di zona merah. Indeks Hang Seng, Hong Kong anjlok 1.026,66 poin ((4,21 persen) ke 23.531,93. Kemudian di Singapura Straits Times Index (STI) turun 46,09 poin (1,49 persen) ke posisi 3.003,93.

Hal serupa juga menimpa saham-saham di Jepang, dengan indeks Nikkei225 merosot 160,2 poin (1,13 persen) ke posisi 14,021,17. Indeks Kospi Korea Selatan berkurang 34,58 poin (1,91 persen) pada 1.774,38. Serta indeks All Ordinaries Australia yang merosot 146,90 poin (2,58 persen) ke 5.544,30.

EDJ

Terimbas Regional, IHSG Turun 13 Poin

Selasa, 10 Juni 2008 | 12:28 WIB

JAKARTA,SELASA – Terimbas regional, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi Selasa (10/6) pagi ditutup turun 13,126 poin (0,54 persen) ke posisi 2.396,951.

Sedang indeks Kompas100 berkurang 3,409 poin (0,57 persen) ke 592,775. Kemudian indeks LQ45 melemah 2,374 poin (0,47 persen) menjadi 505,644. Sementara Jakarta Islamic Index (JII) berhasi naik tipis 0,070 poin (0,02 persen) pada 438,356.

Perdagangan didominasi 124 saham turun dibanding 33 saham naik serta 57 saham stagnan. VOlume perdagangan mencapai 1,461 miliar saham dengan nilai Rp 3,244 triliun dari 36.612 kali transaksi.

saham-saham yang turun antara lain Timah (TINS) turun Rp 300 ke Rp 34.050. Medco (MEDC) turun Rp 250 ke Rp 5.350. Bank BRI (BBRI) turun Rp 250 ke Rp 5.100. Bank BCA (BBCA) turun Rp 100 ke Rp 2.575. London Sumatra (LSIP) turun Rp 50 ke Rp 9.700.

Sedang saham-saham yang menguat antara lain Indosat (ISAT) yang baru diperdagangkan kembali, melesat RP 900 ke Rp 6.550. Telkom (TLKM) naik Rp 50 ke Rp 7.950. Bumi REsource (BUMI) naik Rp 50 ke Rp 8.500. Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 100 ke Rp 25.700.

Sementara mayoritas regional terpuruk di zona merah, seiring kekhawatiran terhadap melonjakany harga minyak mentah serta kekhawatiran terhadap sektor keuangan Amerika Serikat.

Saham-saham di Hong Kong terjun bebas, indeks Hang Seng, Hong Kong anjlok 870,25 poin (3,57 persen) ke 23.531,93. Kemudian di Singapura Straits Times Index (STI) turun 32,13 poin (1,04 persen) ke posisi 3.051,89.

indeks Kospi Korea Selatan yang berkurang 36,63 poin (2,02 persen) pada 1.772,33. Serta indeks All Ordinaries Australia yang merosot 125,000 poin (2,20 persen) ke 5.566,200.

Demikian juga dengan saham-saham di Jepang yang sempat menguat, akhirnya terpuruk 151,73 poin (1,07 persen) ke posisi 14,029,65.

EDJ

Sumber: Kompas

Globalisasi

Heizer and Render (2005) menjelaskan bahwa alasan globalisasi dibagi menjadi alasan yang berwujud sampai dengan alasan yang tak berwujud.

Alasan Globalisasi

Salah satu contoh globalisasi adalah Maquiladoras. Maquiladoras adalah sebuah zona perdagangan bebas (free trade zones) yang terletak di Mexico.

Tujuan dari Maquiladoras ditinjau dari sudut pandang globalisasi adalah untuk mengurangi biaya pajak dari perusahaan manufaktur dengan hanya membayar nilai tambah yang diberikan oleh pekerja mexico. Contohnya pada perusahaan manufaktur Amerika Serikat seperti IBM merakit komputer seharga $500 ke maquiladoras dengan biaya tenaga kerja $25, pajak hanya pada biaya $25.

Kerjasama ini menguntungkan kedua belah pihak, dari sisi Amerika Serikat, perusahaan manufaktur dapat mengurangi biaya produksi sehingga produk mereka dapat lebih berkompetensi dengan produk negara lain, dari sisi Mexico, banyak tenaga kerja yang diserap oleh perusahaan manufaktur, sehingga mengurangi pengangguran. Pemindahan pekerjaan low-skilled ke negara lain oleh Amerika memiliki 3 keuntungan:
i. Mengurangi biaya tenaga kerja
ii. Membebaskan pekerja yang berbiaya lebih tinggi untuk melakukan pekerjaan yang memiliki nilai lebih tinggi
iii. Keuntungan dari pengurangan biaya tenaga kerja memberikan perusahaan tersebut untuk mempunyai dana lebih yang dapat diinvestasikan dalam pengembangan produk dan fasilitas.