Capital Asset Pricing Model (CAPM)

yohanli.com

Created with Sketch.

Capital Asset Pricing Model (CAPM)

First Publised: 2 November 2007

Revision: 6 August 2009

Definisi

Definisi: Sebuah model yang menggambarkan hubungan antara risiko dan return yang diharapkann, model ini digunakan dalam penilaian harga sekuritas (A model that describes the relationship between risk and expected return and that is used in the pricing of risky securities) (Investopedia, http://www.investopedia.com/terms/c/capm.asp)

Model CAPM diperkenalkan oleh Treynor, Sharpe dan Litner. Model CAPM merupakan pengembangan teori portofolio yang  dikemukan oleh Markowitz dengan memperkenalkan istilah baru yaitu risiko sistematik (systematic risk) dan risiko spesifik/risiko tidak sistematik (spesific risk /unsystematic risk). Pada tahun 1990, William Sharpe memperoleh nobel ekonomi atas teori pembentukan harga aset keuangan yang kemudian disebut Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Bodie et al. (2005) menjelaskan bahwa Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan hasil utama dari ekonomi keuangan modern.Capital Asset Pricing Model (CAPM) memberikan prediksi yang tepat antara hubungan risiko sebuah aset dan tingkat harapan pengembalian (expected return). Walaupun Capital Asset Pricing Model belum dapat dibuktikan secara empiris, Capital Asset Pricing Model sudah luas digunakan karena Capital Asset Pricing Model akurasi yang cukup pada aplikasi penting.

Capital Asset Pricing Model mengasumsikan bahwa para investor adalah perencana pada suatu periode tunggal yang memiliki persepsi yang sama mengenai keadaan pasar dan mencari mean-variance dari portofolio yang optimal. Capital Asset Pricing Model juga mengasumsikan bahwa pasar saham yang ideal adalah pasar saham yang besar, dan para investor adalah para price-takers, tidak ada pajak maupun biaya transaksi, semua aset dapat diperdagangkan secara umum, dan para investor dapat meminjam maupun meminjamkan pada jumlah yang tidak terbatas pada tingkat suku bunga tetap yang tidak berisiko (fixed risk free rate). Dengan asumsi ini, semua investor memiliki portofolio yang risikonya identik.

Capital Asset Pricing Model menyatakan bahwa dalam keadaan ekuilibrium, portofolio pasar adalah tangensial dari rata-rata varians portofolio. Sehingga strategi yang efisien adalah passive strategy. Capital Asset Pricing Model berimplikasi bahwa premium risiko dari sembarang aset individu atau portofolio adalah hasil kali dari risk premium pada portofolio pasar dan koefisien beta.

Risiko dan Return

Keinginan utama dari investor adalah meminimalkan risiko dan meningkatkan perolehan (minimize risk and maximize return). Asumsi umum bahwa investor individu yang rasional adalah seorang yang tidak menyukai risiko (risk aversive), sehingga investasi yang berisiko harus dapat menawarkan tingkat perolehan yang tinggi (higher rates of return), oleh karena itu investor sangat membutuhkan informasi mengenai risiko dan pengembalian yang diinginkan.

Risiko investasi yang dihadapi oleh investor (Rose, Peter S., dan Marquis, Milton H. 2006. Money and Capital Markets, Ninth Edition, p 277-280):
1. Market Risk (risiko pasar), sering disebut juga sebagai interest rate risk, nilai investasi akan menjadi turun ketika suku bunga meningkat mengakibatkan pemilik investasi mengalami capital loss.
2. Reinvestment risk, risiko yang disebabkan sebuah aset akan memiliki yield yang lebih sedikit pada beberapa waktu di masa yang akan datang.
3. Default risk. Risiko apabila penerbit aset gagal membayar bunga atau bahkan pokok aset.
4. Inflation risk. Risiko menurunya nilai riil aset karena inflasi.
5. Currency risk. Risiko menurunnya nilai aset karena penurunan nilai tukar mata uang yang dipakai oleh aset.
6. Political risk. Risiko menurunya nilai aset karena perubahan dalam peraturan atau hukum karena perubahan kebijakan pemerintah atau perubahan penguasa.

Suku bunga bank sentral tentunya masih berpotensi memiliki semua risiko, akan tetapi diasumsikan negara tidak mungkin gagal membayar (walaupun ada juga kemungkinannya), oleh karena itu biasanya return dari risk free aset (Rf) digunakan suku bunga bank sentral.

Capital Asset Pricing Model (CAPM) mencoba untuk menjelaskan hubungan antara risk dan return. Dalam penilaian mengenai risiko biasanya saham biasa digolongkan sebagai investasi yang berisiko. Risiko sendiri berarti kemungkinan penyimpangan perolehan aktual dari perolehan yang diharapkan (possibility), sedangkan derajat risiko (degree of risk) adalah jumlah dari kemungkinan fluktuasi (amount of potential fluctuation).

Saham berisiko dapat dikombinasi dalam sebuah portfolio menjadi investasi yang lebih rendah risiko daripada saham biasa tunggal. Diversifikasi akan mengurangi risiko sistematis (systematic risk), tetapi tidak dapat mengurangi risiko yang tidak sistematis (unsystematic risk). Unsystematic risk adalah bagian dari risiko yang tidak umum dalam sebuah perusahaan yang dapat dipisahkan. Systematic risks adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan yang berhubungan dengan seluruh pergerakan pasar saham dan tidak dapat dihindari.

Informasi keuangan mengenai sebuah perusahaan dapat membantu dalam menentukan keputusan investasi. Investor biasanya menghindari risiko, investor menginginkan perolehan tambahan (additional returns) untuk menanggung risiko tambahan (additional risks). Oleh karena itu saham berisiko tinggi (High-risk securities) harus mempunyai harga yang menghasilkan perolehan lebih tinggi daripada perolehan yang diharapkan dari saham berisiko lebih rendah.

Persamaan CAPM

Persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) adalah :

Rs = Rf + Rp

Rs = Expected Return on a given risky security

Rf = Risk-free rate

Rp = Risk premium

Bila nilai β = 1 artinya adanya hubungan yang sempurna dengan kinerja seluruh pasar seperti yang diukur indek pasar (market index), contohnya nilai yang diukur oleh Dow-Jones Industrials dan Standard and Poor’s 500-stock-index. Hubungan ini dapat digambarkan dalam contoh pada gambar.

β adalah ukuran dari hubungan paralel dari sebuah saham biasa dengan seluruh tren dalam pasar saham.

Bila β > 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih tinggi daripada pasar.

β < 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih rendah daripada indek pasar secara umum (general market index).

Perubahan persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return) dengan memasukan faktor β dinyatakan sebagai:

Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

Rs = Expected Return on a given risky security

Rf = Risk-free rate

Rm = Expected return on the stock market as a whole

βs = Stock’s beta, yang dihitung berdasarkan waktu tertentu

CAPM bertahan bahwa harga saham tidak akan dipengaruhi oleh unsystematic risk, dan saham yang menawarkan risiko yang relatif lebih tinggi (higher βs) akan dihargai relatif lebih daripada saham yang menawarkan risiko lebih rendah (lower βs). Riset empiris mendukung argumen mengenai βs sebagai prediktor yang baik untuk memprediksi nilai saham di masa yang akan datang (future stock prices).

CAPM dikritik sebagai penyebab masalah kompetisi di Amerika Serikat. Manajer di sebuah perusahaan di Amerika Serikat yang menggunakan CAPM terpaksa membuat investasi yang aman dalam jangka pendek dan perolehannya dapat diprediksi dalam jangka pendek daripada investasi yang aman dan perolehan dalam jangka panjang. Para peneliti telah menggunakan CAPM untuk menguji hipotesa yang berhubungan dengan hipotesa pasar efisien.

Markowitz dan Market Model

William Sharpe dalam membangun model CAPM diilhami dari teori portofolio yang diajukan oleh Harry Markowits. Markowitz mengusulkan sebuah model untuk menjelaskan korelasi diantara return sekuritas. Model ini mengasumsikan bahawa return dari sekuritas ke-i tergantung pada sebuah faktor yang mendasari, nilai yang diwakili oleh indeks, dalam notasi matematika dinyatakan sebagai:

ri = ai + Bi.F + ui

ri = return sekuritas i

Bi = Beta dari sekuritas i

F = indeks (belum tentu indeks pasar)

ui = error term

(walaupun selanjutnya markowitz mengusulkan bahwa persamaan itu seharusnya tidak linier, karena ada faktor lain yang mendasarinya)

Kemudian pada tahun 1963, William Sharpe menguji persamaan tersebut sebagai penjelasan bagaimana return sekuritas cenderung naik dan turun seiring dengan naik turunnya indeks umum pasar, secara spesifik Sharpe menggunakan persamaan sebagai berikut:

rit = ai + Bi.rmt + uit

rit = return dari aset i pada periode t

rmt = return dari indeks pasar pada periode t

ai = komponen non-pasar dari return aset i

Bi = rasio kovarian dari return aset i dan return indeks pasar terhadap varians return indeks pasar

uit = zero mean random error term

Model ini disebut model pasar indeks tunggal (single index market model) atau sering disebut market model.

Dilihat disini pada model markowitz, indeks-nya belum tentu indeks pasar, tetapi pada market model digunakan indeks pasar.

Aplikasi CAPM

Model yang dikembangkan CAPM menjelaskan bahwa tingkat return yang diharapkan adalah penjumlahan dari return aset bebas risiko dan premium risiko. Premium risiko dihitung dari beta dikalikan dengan premium risiko pasar yang diharapkan. Premium risiko pasar sendiri dihitung dari tingkat return pasar yang diharapkan dikurangi dengan tingkat return aset bebas risiko. Bentuk matematika CAPM

Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

Rf biasanya didekati dengan tingkat return suku bunga bank sentral, di Indonesia umumnya risk free aset didekati dengan tingkat return suku bunga Bank Indonesia.

βs didekati dengan menghitung data time series saham dengan data return pasarnya. Penjelasan mengenai cara menghitung beta disertakan di bagian akhir artikel ini.

Rm didapatkan dengan meramalkan return IHSG. Banyak mahasiswa yang bingung mendapatkan nilai Rm yang negatif, biasanya mereka menghitung IHSG dengan cara memprediksi historisnya yaitu dengan membandingkan return IHSG tahun x dengan return IHSG tahun x-1. Dari definisi CAPM bahwa Rm adalah tingkat return pasar yang diharapkan, bukan tingkat return pasar yang periode yang lalu. Untuk mendapatkan nilai Rm tentunya harus dapat memprediksi berapa tingkat return IHSG yang diharapkan. Salah satu cara memprediksi IHSG adalah dengan cara analisis faktor. Di sini anda harus melakukan studi empiris, anda harus menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi IHSG, kemudian membuat persamaan regresi dari IHSG dan faktor yang mempengaruhinya.  Dan terakhir anda harus memprediksi nilai dari faktor yang mempengaruhi IHSG untuk x periode yang anda tentukan. Cara lainnya adalah menggunakan nilai IHSG dari hasil penelitian empiris dari peneliti lain.

Contoh Aplikasi Menghitung Rs

Suatu sekuritas x yang mempunyai Expected Return 0.27 (27% per tahun) dan nilai betanya 1.2, apakah sekuritas x ini layak di beli atau tidak?

Rs = Rf + βs (Rm – Rf)

Rf = misal SBI 1 bulan saat ini adalah 0.06 (6% per tahun)

Rm = misal return IHSG yang diharapkan saat ini adalah 0.26 (26% per tahun, didapatkan dengan cara memprediksi return)

βs = 1.2

Sehingga
Rs = 0.06 + 1.2 (0.26 – 0.06)
Rs = 0.06 + 1.2 (0.2)
Rs = 0.06 + 0.24
Rs = 0.3 (30%)

Kesimpulan, dengan nilai beta 1.2, apabila return yang diperoleh hanya 27%, maka harga sekuritas terlalu mahal, karena return wajarnya adalah 30%

Contoh cara menghitung Beta

Nilai β dapat dihitung sendiri menggunakan data time series suatu saham/industri dan time series return suatu pasar (misalnya IHSG, NYSE, dll),

Contoh perhitungan:

Return saham X dibandingkan dengan pasar

tahun 1-return saham X = -0.05, return pasar -0.12

tahun 2-return saham X = 0.05, return pasar = 0.01

tahun 3-return saham X = 0.08, return pasar = 0.06

tahun 4-return saham X = 0.15, return pasar = 0.10

tahun 5-return saham X = 0.10, return pasar = 0.05

Sehingga rata-rata return saham X adalah 0.066

Menghitung deviasi return saham X

tahun 1 = -0.1160

tahun 2 = -0.0160

tahun 3 = 0.0140

tahun 4 = 0.0840

tahun 5 = 0.0340

Rata-rata return pasar adalah 0.02 sehingga deviasi return pasar:

tahun 1 = -0.14000

tahun 2 = -0.0100

tahun 3 = 0.0400

tahun 4 = 0.0800

tahun 5 = 0.0300

Kalikan masing masing deviasi return saham dengan deviasi return pasar:

tahun 1 = -0.1160 x -0.14000 = 0.0162

tahun 2 = -0.0160 x -0.0100 = 0.0002

tahun 3 = 0.0140 x 0.0400 = 0.0006

tahun 4 = 0.0840 x 0.0800 = 0.0067

tahun 5 = 0.0340 x 0.0300 = 0.0010

Jumlah = 0.0247

Pangkat duakan deviasi return pasar

tahun 1 = -0.14000^2 = 0.0196

tahun 2 = -0.0100^2 = 0.0001

tahun 3 = 0.0400^2 = 0.0016

tahun 4 = 0.0800^2 = 0.0064

tahun 5 = 0.0300^2 = 0.0009

Jumlah = 0.0286

Sehingga Beta untuk saham X adalah 0.0247/0.0286 = 0.86

External Reference:

Burton, Jonathan. 1998. Revisiting The Capital Asset Pricing  Model. Dow Jones Asset Manager, May/June 1998, pp. 20-28 [Also Available at http://www.stanford.edu/~wfsharpe/art/djam/djam.htm]

How to cite:

Naftali, Yohan. Capital Asset Pricing Model (CAPM). Yohan Naftali. 2 November 2007, Revisi 6 Agustus 2009. Yohan Naftali. http://yohanli.com/2007/11/capital-asset-pricing-model-capm [Accessed date].

Facebook Comments

 

167 Responses

  1. ussy says:

    pa, saya mw mencocokkan perhit. thn 2006
    tingkat bunga SBI pada tahun 2006
    jan 12.75
    feb 12.74
    mar 12.73
    apr 12.74
    mei 12.55
    jun 12.50
    jul 12.31
    agt 11.85
    sept 11.25
    okt 10.92
    nov 10.35
    des 9.88
    total 142.57 and rata-ratanya 11.88
    sedangkan untuk Return Pasar diperoleh dari selisih IHSGt-IHSGt-1/IHSGT
    Jan 0.059938
    Feb -0.001345
    Mar 0.075008
    Apr 0.106905
    Mei -0.091785
    jun -0.014837
    jul 0.031586
    Agt 0.058901
    Sept 0.072211
    Okt 0.031285
    Nov 0.086145
    Des 0.050357
    total 0.46437 rata-rata 0.038698
    bagaimana perhitungan biaya ekuitas dengan rumus Ke = Rf + (RM-Rf) dikali Beta dengan angka yang saya berikan diatas, berapa hasilnya? saya ingin membeandingkan perhitungan saya dengan bapak. terima kasih.

  2. ida says:

    sore pa, mw nanya
    saya ngitung by modal dengan rumus wacc x modal
    hasilnya malah negatif coz WACC nya udah negatif.
    saya mw tanya apa arti biaya modal jika negatif?
    soalnya di bku ga ada penjelasannya.

  3. amad.m says:

    Mohondibuatkan jurnal thesis berhubungan dengan yang diatas. Ku tunggu ya.Tks

  4. To Ida, biaya modal negatif, bisa jadi misalnya ada agio saham yang sangat besar sehingga di tahun pertama IPO jumlah agio saham masih lebih besar dari laba yang dibagikan utk pemegang saham. Coba baca buku coorporate finance utk penjelasan lebih lanjut.

  5. Mel says:

    hmm, saya mau nanya…
    bagaimana cara kita menentukan beta?
    apakah beta juga berubah dari bulan ke bulan?

  6. admin says:

    Sudah saya jelaskan sebelumnya kan?

  7. nata says:

    malm pak..bisa tau ga contoh penggunaannya capm..klo bisa dgn lengkap donk..mulai dari pencarian rf,rm,betanya juga..

    thx

  8. admin says:

    Kan sudah ada contoh perhitungannya di atas…

  9. nurulia says:

    malem pak.pak sy mw tanya.kan skripsi saya berjudul return dan risilo saham sebelum dan masa krisis ekonomi global,,disini sy menggnkan CAPM sbgai alat analisa,,salah satu dosen pembimbing sya menambahkan UJI PAIRED T-SAMPLE,, stlah sy uji ternyata antara return dan risiko saham sebelum dan masa krisis tidak ada perbedaan yang ckp jauh..dosen sy meminta kira2 penyebab tidak ada perbedaan itu apa ya pak? saya bingung…mksh pak…

  10. admin says:

    @nurullia risiko yang anda uji tersebut systematic risk atau unsystematic risk? dan bagaimana anda mengukur risiko (pakai beta atau …)?

  11. nurulia says:

    saya pake beta pak dg metode capm,,,,,emg ada yg salah ya pak???

  12. admin says:

    Beta hanya “perkiraan” unsystematic risk (risiko relatif terhadap pasar) bukan seluruh risk, masa krisis dan masa tidak krisis tentunya sangat mempengaruhi systematic risk (risiko pasar)…

    Jadi memang tidak ada korelasinya kalau unsystematic risk pada masa krisis dan tidak krisis, karena korelasinya sudah tercermin pada systematic risk-nya (risiko pasar). Beta menggambarkan risiko unsystematic risk yang merupakan risiko individu perusahaan yang dipengaruhi oleh spesifik kondisi perusahaan atau faktor lainnya yang berhubungan dengan perusahaan tersebut.

  13. nunki says:

    pak, TA saya khan ngitung return saham dengan CAPM.
    saya nggunain data bulanan selama 5 tahun dari januari 2004- desember 2008 buat ngitung return saham dan return pasar, trus betanya dah saya dapet kyak perhitungan bapak diatas. Tapi, saya bingung cara nentuin Risk freenya, apakah saya harus gunakan data sbi desember 2008 atau rata-rata sbi dari jan 2004-des 2008 ya pak???
    terus nentuin Rmnya apakah dari rata-rata return ihsg dikalikan 12 bulan ya pak dalam perhitungan k(CAPM)???

  14. admin says:

    Beta diperkirakan dari data historis (t-n … t)
    Risk free -> pendekatan pakai sbi saat t dong…, jadi kalau mau memperkirakan harga “wajar” hari ini, gunakanlah risk free perkiraan hari ini juga, bila mau memperkirakan harga “wajar” 1 bulan ke depan pakailah “perkiraan” “sbi” bulan depan (bukan sbi 1 bulan lhoo..)

  15. nunki says:

    lha, trus kalau saya gunain data 5 tahun dari jan 2004 sampai desember 2008, berarti kalau saya gunakan sbi desember 2008 buat nentuin risk freenya ga masalah ya pak?

  16. admin says:

    Lho, anda mau menghitung saham pada periode kapan?
    Begini kalau anda punya data 5 tahun (jan 2004-des2008) boleh utk menghitung beta saham x -> B
    Nilai Beta ini bisa digunakan untuk menghitung return yang seharusnya (wajar) untuk saham (Rs) pada tanggal 5 januari 2009,
    Untuk Rf anda bisa pakai sbi yang berlaku tanggal 5 januari 2009…
    Untuk Rm anda bisa pakai IHSG yang berlaku pada tanggal 5 januari 2009… (bila saat menghitung Beta anda pakai IHSG, dengan asumsi IHSG anda pilih mewakili return pasar)
    misal B (dari data 5 tahun) = 0,8
    misal return ihsg pada tanggal y januari 200x = 0,15
    misal SBI pada tanggal y januari 200x yang berlaku adalah = 0,1
    Rs = Rf + B(Rm-Rf)
    Rs = 0,1 + 0,8(0,15-0,1)
    Rs = 0,14
    -> periksa berapa return “aktual saham”
    Bila return aktual saham = 0,12 maka harga saham dihargai terlalu mahal (overpriced)
    Bila return aktual saham = 0,17 maka harga saham dihargai terlalu murah (underpriced)

  17. titis says:

    pak,saya mw tanya, saya ingin menghitung beta tapi saya kesulitan untuk mencari Rm-nya karena Rm yang saya dapat itu berbeda2. jika saya hitung dengan data harian hasil Rm-nya minus, klo saya hitung menggunakan data bulanan atau mingguan hasilnya terlalu besar?????
    jadi saya mw tanya bagaimana cara perhitungan Risk market yang benar dan menggunakan data berapa tahun agar Rm yang dihasilkan valid????trimakasih pak

  18. admin says:

    Topik ini pernah ada yang tanya…
    Return market kok negatif…
    Kalau anda mau memprediksi return market = misal return market diibaratkan ihsg, sebelumnya anda harus meramalkan dahulu return ihsg sesuai periode yang anda pakai, misal awal januari 2009 jangan menghitung return market dengan cara mengurangkan ihsg jan 2009 dengan ihsg jan 2008, tetapi prediksi berapa nilai ihsg setahun kedepan lalu hitung present value-nya… lalu kurangkan present value ihsg ramalan dengan ihsg aktual dan bagi dengan ihsg aktual.

  19. rika says:

    Siang pak..
    akhinya saya menemukan refernsi tentang CPAM juga
    skripsi saya mengambil topik tentang pengaruh tingkat pengembalian pasar dan risiko pasar yang merupakan variabel CPAM terhadap tingkat pengembalian saham..

    yang ingin saya tanyakan apa kah ada variabel-variabel CPAM yang lebih releven untuk menentukan tingkat pengembalian saham..

    thanks..
    adakah referensi bacaan tentang CPAM dalam bahasa indonesia…

  20. CAPM not CPAM…
    Variabel yang dipakai CAPM adalah:
    1. tingkat suku bunga bebas risiko
    2. Beta saham -> tingkat risiko saham
    3. tingkat return pasar yang diharapkan
    Untuk memprediksi tingkat return saham…

    Kalau risiko pasar jangan diartikan risiko saham yang ada di CAPM lho…

    Model ini sebenarnya sederhana sekali seperti yang sudah saya jelaskan di artikel.

    Untuk referensi berbahasa Indonesia saya sarnkan buku investasi karangan william Sharpe dan Bodie, sudah ada terjemahannya berbahasa Indonesia.

  21. heni says:

    saya mau tanya pak,
    apa penyebab return yang diharapkan lebih besar dari return yang disyaratkan (di buku tertulis berarti saham tersebut undervalued)dan sebaliknya(di buku tertulis berarti saham tersebut overvalued)
    thanks ya pak

  22. heni says:

    saya mau tanya lagi pak,,
    kondisi equilibrium yang dimaksud adalah yang bagaimana ya??
    makasih pak

  23. sani says:

    malam…saya mau tanyak, apa untuk pencarian beta akhir tahun bisa di dapatkan datanya di website? karena saya cari tidak ketemu2..thx.

  24. admin says:

    Coba di yahoo finance

  25. mqe says:

    pak,, saya kan d minta menganalisis saham 2 perusahaan selama 2 minggu dengan metode CAPM.
    nah bagaimana mencari Rm pak??

  26. admin says:

    Saya sudah jelaskan di artikel saya

  27. roy says:

    Pak, seperti yang bapak ungkapkan, bahwa untuk menghitung Rm awal januari 2009 adalah dengan memprediksi berapa nilai ihsg setahun kedepan lalu hitung present value-nya… lalu kurangkan present value ihsg ramalan dengan ihsg aktual dan bagi dengan ihsg aktual.

    Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara kita memprediksi nilai ihsg setahun kedepannya??? apa dikalikan dengan growth perekonomian indonesia? atau dikalikan dengan growth IHSG tahun 2008 ke 2009 ??

    mohon pencerahannya… terima kasih.

  28. admin says:

    Pakai analisis fundamental atau teknik peramalan lainnya, silahkan pelajari di topik lainnya, pembahasan di sini adalah pembahasan model CAPM…

  29. lucy says:

    kalo untuk menghitung return ekspektasi untuk pengujian monday effect lebih pas pake yang mana, apkah market mmodel atau CAPM? thx be4. GBU

  30. dana says:

    sore Pak… saya mau tanya cara ngitung beta itu seperti apa?
    saya ingin cari tau di perusahaan astra, indofood, dan holcim periode 2006-2008.
    terima kasih.

  31. dana says:

    siang Pak.
    saya ingin mencari beta tahun 2008 dan return market 2008 juga di perusahaan holcim, indofood, dan astra international. mohon petunjuknya data apa saja yg saya perlukan dan bagaimana perhitungannya. terima kasih

  32. admin says:

    Return saham dan return pasar…

  33. Lidya says:

    Pagi pak,saya mw tnya,skripsi saya kn ttg hubungan beta terhadap return saham industri manufaktur lalu dpt hslnya kalo beta berhubungan negatif dgn return, hal ini kn bertentangan dgn teori pak,kira2 penyebabnya apa ya pak?apakah ada fenomena khusus di indonesia?makasih pak

  34. @Lidya: CAPM dilandasi oleh asumsi, periksa apakah asumsi CAPM sudah dipenuhi di Indonesia, terutama asumsi bahwa para investor adalah perencana pada suatu periode tunggal yang memiliki persepsi yang sama mengenai keadaan pasar dan mencari mean-variance dari portofolio yang optimal? Apakah investor di Indonesia memiliki portofolio yang risikonya identik?

  35. lisya says:

    malam pak, saya mau nanya, skripsi saya tentang pengaruh beta saham terhadap return saham pada perusahaan manufaktur. hali penelitian menunjukan beta berpengaruh secara signifikan terhdap return saham dan memiliki hubungan negatif.hasil ini berlawanan dengan teori. hasil ini sama dengan skripsi lidya dan bapak telah menjawab namun saya kurang paham. saya minta bantuan agar bapak mau menjelaskan lebih detail. apakah penyebab hubungan negatif hanya berdasarkan asumsi saja atau ada penyebab faktor makroekonomi di pasa modal?
    sebelumya saya ucapkan terima kasih…

  36. admin says:

    sudah yakin perhitungannya benar?
    kalau iya, penjelasannya sama seperti jawaban saya di atas.
    Secara teori memang ada beberapa jenis usaha yang akan mendapatkan return semakin meningkat di saat ekonomi turun dan return turun di saat ekonomi tinggi, salah satunya adalah perusahaan yang bergerak di penjualan/produksi barang inferior. Barang inferior adalah barang yang jumlah permintaannya akan turun seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Contoh kasarnya adalah penjual warteg, secara teori bila sesorang meningkat pendapatnnya, maka keinginannya untuk makan di warteg semakin kecil karena mampu membeli makanan di restoran.

    Jadi bila perusahaan manufaktur indonesia mempunyai beta negatif, bisa berarti perusahaan di indonesia memproduksi barang inferior, sehingga di saat perekonomian maju, saham perusahaan manufaktur justru turun karena investor mengalihkan dananya ke perusahaan asing yang memproduksi teknologi tinggi?

  37. yudi says:

    met pagi pak
    (saat menulis komen ini emang masih pagi disini..)
    beberapa hari yang lalu saya membaca salah satu jurnal yang membahas CAPM dan pengaruhnya terhadap EPS dan Harga Saham.
    di bagian kesimpulan penulis menyarankan untuk menggunakan adjusted beta (yang diperkenalkan oleh Marshall E. Blume) dan membandingkannya dengan beta (ordinary).
    pertanyaan saya,apa perbedaan adjusted beta dengan beta yang biasa dipakai di CAPM pada umumnya?saya juga telah berkeliling di sekitar Google dan Springerlink tapi masih belum menemukan jurnal yang membahas adjusted beta dan keunggulannya jika dibandingkan dengan beta biasa.Apakah bapak ada saran dimana saya harus mencari jurnal tersebut karena saat ini saya sangat membutuhkannya..
    terima kasih atas perhatian dan kesediaannya untuk membalas komen saya

  38. sandy says:

    Pak, saya mau tanya apa benar rumus ini:

    specific risk portfolio = varian portfolio – varian market x (beta portfolio)²

    terus kalo rumusnya benar, seharusnya kan operasi perkalian dilakukan lebih dulu ya , Pak? tetapi knp saya merasa harusnya dikurangi dulu baru dikalikan..

    Terimakasih sebelumnya, Pak. Selamat malam

  39. admin says:

    Beta dari data historis sering tidak akurat untuk memprediksi return terutama pada saham yang frekuensi transaksinya kecil/thin market trading dikarenakan harga biasanya sangat volatile dan tidak liquid.

    Ada beberapa macam cara melakukan adjust beta:
    – Metode Scholes danWilliams
    – Metode Fowler dan Rorke
    – Metode Dimson

    coba digoogling, banyak sekali penjelasan mengenai adjuted ini.

  40. wina says:

    gimana menjelaskan rumus ini E(Ri)=Rf=(Rm-Rf).beta dan E(Ri)=alpha+beta(Rm)
    trimakasih sebelumnya…..

  41. admin says:

    Baca penjelasan di atas

  42. ekys says:

    selamat pagi pak,, saya membaca buku bahwa semakin tinggi nilai beta maka semakin tinggi tingkat return yang diharapkan oleh investor. namun dalam perhitungan pada skripsi saya, beta yang tinggi namun mempunyai tingkat return yang diisyaratkan oleh investor lebih rendah dari pada beta, bgmna pak??

  43. Jeffry says:

    Pak Yohan,
    Bisa share ke saya apa kelebihan dan kekurangan CAPM dibandingkan dengan Fama models dan Arbitrage Pricing Theory?

    Salam,

  44. ute says:

    tolong bantu untuk contoh kasus CAPM yang paling update di Indonesia ataupun di negara lain..
    trimaskasih sblmnya

  45. pu3 says:

    pak saya mau tanya, jika mau menghitung Rm dgn data IHSG harian 3600, 3400,3500,3700,3650 bagaimana caranya???

  46. gina says:

    Pak saya mau tanya ttg pendapat bpk tgl 16 juni.”Beta hanya “perkiraan” unsystematic risk (risiko relatif terhadap pasar) bukan seluruh risk, masa krisis dan masa tidak krisis tentunya sangat mempengaruhi systematic risk (risiko pasar)…

    Jadi memang tidak ada korelasinya kalau unsystematic risk pada masa krisis dan tidak krisis, karena korelasinya sudah tercermin pada systematic risk-nya (risiko pasar). Beta menggambarkan risiko unsystematic risk yang merupakan risiko individu perusahaan yang dipengaruhi oleh spesifik kondisi perusahaan atau faktor lainnya yang berhubungan dengan perusahaan tersebut.”

    bukannya beta itu untuk mengukur resiko pada systematic risk (non-diversiable) ya pak? mksh pak.

  47. utaph says:

    pak saya bingung untuk memecahkan soal ini..
    bisa tolong bantu saya

    assume that the risk free rate, Rf, is currently 8%, the market return, rm is 12 %, and asset A has a beta, ba, of 1.10

    use CAPM to calculate the required return, ra, on asset A, and depict asset A’s beta and required return on the SML

  48. Tini A says:

    Pak Yohanli, klo boleh usul, sebaiknya bapak membuat buku “teori dan fakta” mengenai manajemen investasi, khususnya untuk perdagangan saham. Karena rata-rata termasuk saya sendiri, terkadang bingung dalam mengaplikasikan teori dengan kenyataan yang ada. Karena sebenarnya teori dibuat untuk menyelesaikan kasus-kasus nyata. Hanya karena variabel2 yg digunakan dalam teori, susah di cerna atau bingung dalam pengaplikasiannya, sehingga teori hanya dijadikan sbgai bahan pembanding saja.
    Kalaupun bapak bs membuat buku itu, tentunya peminatnya pasti byk alias bisa jd best seller.
    Selamat berjuang pak

  49. Tini says:

    Pak Yohanli sy msh bingung dgn konsep portofolio pasar? bs tolong berikan definisi dan contoh aplikasinya?
    Dan perbedaan antara SML (security market line) dan CML (capital market line) dlm CAPM?
    sebelumnya terima kasih banyak atas jawaban yang diberikan, krn sy mengajar manajemen keuangan tp kdg sy msh bingung dgn konsep pengukuran risiko dengan standar deviasi dan beta?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *