Tag Archives

34 Articles

Employment

Loss of Employment Opportunity
Source: Apakabar July, 12nd 2002
Author: Tjan Swie Yong

Some years ago the labor disputes occurred in the Shangrila Hotel and management decided to close the hotel and of course with huge losses. What reason? The reason for the dispute is so close and with jeleknya hotel deems better than not closed. Hotelpun employees lost their jobs and the country where employment is very small, so this is a creation of employment opportunities. Of course, the losses suffered bermilyar Rupiah very heavy, but that the rich do not close mempedulikansebab business is legitimate, and may be a solution that can be considered good. What is considered good? For the other for the hospitality, this is to give an example so that labor does not make offhand strikes. There are allegations that the strikes are controlled by labor organizations to pressure employers. In fact every problem can be well and take the basic WIN WIN SOLUTION, why not do? Entahlah why, but it may be assumed that the walkout DISEASES really meresahkan terms of business. By closing and opening again dikemudian day laborers with a new and improved management that will avoid the long-larutnya problems. Business case for the hospitality business to help deems Shangrila hotel yanglain and things such as going on in Shangrila Hotel can avoided, at least to give lessons that hostility between labor and effort are very detrimental and “rack” with the strike will not necessarily reach the target, which is the welfare of laborers better. Read More

Upaya Pemerataan Pembangunan

This article is about distribution of economics, writer argue that health and education budget are important approach to distribute wealth more effectively. Written by Yohan Naftali, the text is in indonesian as final paper for Economics Development on Doctor of Economics Science Programme – Borobudur University. 2006. Supervised by Prof. Dr. H. M. Arief Djamaluddin.

Oleh: Yohan Naftali

Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Borobudur 2006

Mata Kuliah: Ekonomi Pembangunan

Dosen: Prof. Dr. H. M. Arief Djamaluddin

BAB I

PENDAHULUAN

Kunci dari pembangunan adalah kemakmuran bersama. Pemerataan hasil pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan tujuan pembangunan yang ingin dicapai. Tingkat pertumbuhan yang tinggi tanpa disertai pemerataan pembangunan hanyalah menciptakan perekonomian yang lemah dan eksploitasi sumber daya manusia. Hipotesis Kusnets (1963) yang menyatakan bahwa sejalan dengan waktu ketidakmerataan (inequality) akan meningkat akan tetapi kemudian akan menurun karena adanya penetesan ke bawah (trickle down effect), sehingga kurva akan berbentuk seperti huruf U terbalik (Inverted U). Akan tetapi pada kenyataannya penetesan ke bawah (trickle down effect) tidak selalu terjadi, sehingga kesenjangan antara kaya dan miskin semakin besar.

Read More

Skema Ponzi

Mantan pemimpin bursa Nasdaq, Bernard L Madoff, ditahan karena penipuan surat berharga di New York, Kamis (11/12) waktu setempat. Madoff (70) mendirikan Bernard L Madoff Investment Securities LLC.

Madoff diduga melakukan bisnis investasi palsu yang mengakibatkan kerugian sekitar 50 miliar dollar AS. Dia membuat bisnis investasi terpisah yang melayani 11-25 nasabah. Total dana yang diinvestasikan sekitar 17,1 miliar dollar AS, ungkap jaksa penuntut umum. Madoff dilepas setelah membayar jaminan 10 juta dollar AS. Dia menolak berkomentar ketika keluar dari pengadilan distrik di Manhattan.

Pengaduan kriminal yang ditandatangani agen FBI Theodore Cacioppi menyebutkan, Madoff pernah berkata kepada tiga karyawan bahwa bisnis investasi itu merupakan penipuan dan sudah bangkrut selama bertahun- tahun serta merugi sekitar 50 miliar dollar AS. Read More

Firm (Lanjutan Mekanisme Pasar)

Artikel ini menjelaskan mengenai hubungan kekuatan pasar dan elastisitas permintaan.

Firm (perusahaan) dapat menjadi price taker (pembuat harga) dan sebagai price setter / price maker. Pada pasar monopoli, firm menjadi price taker, akan tetapi pada pasar kompetisi firm tidak dapat membuat harga.
Bentuk pasar dapat digambarkan seperti di bawah ini.


Lerner’s Index (LI)
LI yaitu indeks yang menggambarkan derajat kekuatan perusahaan dalam mengendalikan pasar untuk menentukan harga.

LI = (P-MC)/P
P = Harga yang ditentukan oleh firm
MC = Marginal Cost

Range Lerner’s Index adalah 0 sampai dengan 1. Semakin tinggi nilai LI, maka semakin besar kekuatan firm dalam mengendalikan harga, pada pasar kompetisi sempurna, nilai L = 0.